Berita Kegiatan

Polinela Gelar Lokakarya Penyusunan Kurikulum Program Studi Gizi Klinis untuk Perkuat Mutu Pendidikan Vokasi

Polinela, Rabu (15/07/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) berkomitmen dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang adaptif, berkualitas, dan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan dunia kerja.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lokakarya Penyusunan Kurikulum Program Studi Gizi Klinis yang dilaksanakan oleh Jurusan Teknologi Pertanian sebagai bagian dari upaya penyempurnaan kurikulum Program Studi Gizi Klinis.

Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi sivitas akademika untuk melakukan peninjauan, penyelarasan, serta penguatan kurikulum agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi unggul, profesional, dan siap menghadapi tantangan di bidang gizi klinis.

Lokakarya diawali dengan sambutan dari Ketua Jurusan Teknologi Pertanian, Kurnia Rimadhanti Ningtyas, S.TP., M.Sc. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum merupakan tahapan yang sangat penting dalam menjamin kualitas penyelenggaraan pendidikan. Menurutnya, kurikulum harus mampu mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, kebijakan pendidikan tinggi, serta kebutuhan nyata dunia usaha, dunia industri, dan sektor pelayanan kesehatan.

“Kurikulum menjadi fondasi utama dalam mencetak lulusan yang kompeten. Oleh karena itu, proses penyusunannya harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan sehingga menghasilkan kurikulum yang relevan, adaptif, dan mampu menjawab tantangan profesi gizi klinis di masa depan,” ujarnya.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Lampung yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum, Iskandar Zulkarnain, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembukaan Program Studi Gizi Klinis merupakan salah satu langkah strategis Polinela dalam memperluas kontribusi institusi di bidang kesehatan melalui pendidikan vokasi yang berkualitas.

Ia menekankan bahwa penyusunan kurikulum tidak hanya bertujuan memenuhi standar akademik dan regulasi nasional, tetapi juga harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan layanan kesehatan, perkembangan ilmu gizi, serta dinamika dunia kerja.

“Melalui lokakarya ini diharapkan lahir kurikulum yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Kurikulum yang disusun harus mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mendukung visi Polinela sebagai perguruan tinggi vokasi yang unggul, profesional, dan berdaya saing,” ungkap Iskandar.

Selanjutnya, Koordinator Program Studi Gizi Klinis, Dwi Eva Nirmagustina, S.P., M.Si., Ph.D. bersama tim Program Studi Gizi Klinis memaparkan rancangan kurikulum yang telah disusun. Paparan tersebut mencakup profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur kurikulum, distribusi mata kuliah, strategi pembelajaran, hingga mekanisme evaluasi yang dirancang agar selaras dengan standar pendidikan tinggi serta kebutuhan kompetensi profesi gizi klinis.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai masukan yang bertujuan menyempurnakan struktur kurikulum sehingga mampu mengintegrasikan aspek akademik, keterampilan praktis, penelitian terapan, serta penguatan karakter lulusan.

Pada sesi materi, peserta memperoleh pemaparan dari Tri Kusuma Agung Puruhita, S.Gz., M.Sc. mengenai Kurikulum Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Gizi Indonesia (AIPVOGI) sekaligus evaluasi terhadap rancangan kurikulum Program Studi Gizi Klinis Polinela. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya penyelarasan kurikulum dengan standar nasional pendidikan vokasi gizi, perkembangan ilmu gizi klinis, kebutuhan pelayanan kesehatan, serta kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

Melalui sesi evaluasi tersebut, berbagai rekomendasi konstruktif disampaikan sebagai bahan penyempurnaan kurikulum, mulai dari penguatan mata kuliah inti, peningkatan porsi praktik laboratorium dan praktik lapangan, integrasi teknologi kesehatan, hingga pengembangan kompetensi lulusan yang berorientasi pada pelayanan pasien secara profesional dan berbasis bukti ilmiah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh Koordinator Program Studi Gizi Klinis, Dwi Eva Nirmagustina, S.P., M.Si., Ph.D. bersama tim Program Studi Gizi Klinis. Dalam penutupannya disampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, peserta, dan pemangku kepentingan yang telah memberikan berbagai masukan konstruktif dalam proses penyusunan kurikulum.

Hasil lokakarya ini akan menjadi dasar dalam penyempurnaan kurikulum Program Studi Gizi Klinis sebelum diterapkan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran. Dengan kurikulum yang berkualitas, adaptif, dan selaras dengan standar nasional maupun kebutuhan dunia kerja, Polinela optimistis Program Studi Gizi Klinis mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, beretika, serta siap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui bidang gizi klinis.