Mahasiswa

Talenta Mahasiswa Polinela Hadir di Panggung Taman Budaya Lampung melalui “Musyawarah Burung”

Polinela, Kamis (17/09/2026). Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menunjukkan kiprahnya di luar lingkungan akademik melalui keterlibatan dalam seni pertunjukan. Muhammad Nathan Hafiz, mahasiswa Jurusan Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Produksi Media Polinela, turut ambil bagian dalam pementasan teater Musyawarah Burung (Tafsir Kontekstual atas “Mantiq al-Tayr”) yang dipersembahkan Teater Satu Lampung.

Dalam pementasan tersebut, Muhammad Nathan Hafiz berperan sebagai Burung Perenjak. Pementasan berlangsung di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi Lampung pada 14–15 September 2026.

Keterlibatan mahasiswa Polinela dalam pertunjukan tersebut menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan kompetensi di luar kelas. Bagi mahasiswa Program Studi Produksi Media, pengalaman terlibat langsung dalam produksi seni pertunjukan memberikan kesempatan untuk mengasah kreativitas, ekspresi, komunikasi, kedisiplinan, kerja tim, serta kemampuan memahami proses produksi sebuah karya secara langsung.

Teater Satu Lampung menghadirkan Musyawarah Burung sebagai karya terbaru yang merupakan tafsir kontekstual atas Mantiq al-Tayr (The Conference of the Birds), karya sastra spiritual klasik Persia dari penyair sufi Fariduddin Attar.

Melalui pementasan tersebut, karya klasik tersebut dibaca kembali dan dihadirkan dalam konteks kehidupan masa kini. Pendiri Teater Satu Lampung sekaligus sutradara pementasan, Iswadi Pratama, menyampaikan bahwa karya tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan khazanah sastra spiritual dengan realitas sosial serta berbagai persoalan kemanusiaan kontemporer.

Kehadiran Muhammad Nathan Hafiz sebagai salah satu pemeran dalam pementasan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa pendidikan vokasi dapat berkembang melalui pengalaman nyata dan keterlibatan langsung dalam berbagai ruang kreatif dan profesional.

Sebagai perguruan tinggi pendidikan vokasi, Polinela terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan teknis sesuai bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, kreativitas, kolaborasi, adaptasi, dan pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa Produksi Media dalam pementasan teater juga memperluas pengalaman pembelajaran berbasis praktik. Interaksi dengan pelaku seni, sutradara, pemeran, kru, serta lingkungan produksi pertunjukan menjadi bagian dari proses pembentukan pengalaman profesional yang dapat mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja kreatif dan industri media.

Partisipasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa mahasiswa Polinela memiliki ruang untuk mengembangkan potensi dan talenta melalui berbagai kegiatan produktif di masyarakat. Pengalaman di panggung pertunjukan menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang memperkaya proses pendidikan vokasi, khususnya dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan bekerja dalam tim, serta keberanian mengekspresikan gagasan melalui karya.

Melalui kiprah mahasiswa di berbagai bidang, Polinela terus membuka ruang bagi tumbuhnya talenta muda yang adaptif, kreatif, dan mampu menghubungkan kompetensi yang diperoleh di kampus dengan pengalaman nyata di tengah masyarakat.