Berita Prestasi SDGs

Desa Wisata Bumi Lebu Binaan BI-Polinela Tembus 30 Besar Wonderful Indonesia Award 2026

Polinela, Senin (07/09/2026). Kolaborasi pendidikan vokasi dan pemberdayaan masyarakat menunjukkan dampak nyata dalam pengembangan sektor pariwisata daerah. Desa Wisata Bumi Lebu, Kabupaten Pesisir Barat, berhasil menembus 30 besar desa wisata tingkat nasional dalam ajang Wonderful Indonesia Award 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Capaian ini menjadi momentum untuk pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Provinsi Lampung sekaligus menjadi salah satu bukti nyata dari proses pendampingan dan kolaborasi yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung (KPw BI Lampung) bersama Jurusan Ekonomi & Bisnis, Program Studi Perjalanan Wisata, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui program pendampingan desa wisata dan UMKM Penggerak tahun 2026.

proses pendampingan dan kolaborasi yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung (KPw BI Lampung) bersama Jurusan Ekonomi & Bisnis, Program Studi Perjalanan Wisata, Politeknik Negeri Lampung (Polinela)

Desa Bumi Lebu merupakan salah satu lokasi yang menjadi bagian dari program pendampingan tersebut. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi, Bank Indonesia, masyarakat, dan pemangku kepentingan desa, berbagai potensi lokal terus didorong agar dapat dikembangkan menjadi kekuatan pariwisata yang memiliki nilai tambah ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari perspektif pendidikan vokasi, keterlibatan Polinela merupakan bentuk nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penerapan kompetensi dan pengetahuan vokasional untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengembangan destinasi wisata, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas masyarakat, pengelolaan potensi lokal, pengembangan produk wisata, peningkatan kualitas pengalaman wisatawan, penguatan UMKM, serta pemanfaatan potensi budaya dan lingkungan sebagai bagian dari identitas destinasi.

Kolaborasi antara KPw BI Lampung dan Polinela juga memperlihatkan pentingnya sinergi multipihak dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Perguruan tinggi vokasi dapat berperan melalui kompetensi, inovasi, dan pendampingan teknis, sementara masyarakat menjadi aktor utama yang mengelola serta mengembangkan potensi desanya.

Pada sisi lain, pengembangan desa wisata memiliki keterkaitan erat dengan penguatan UMKM dan ekonomi lokal. Meningkatnya aktivitas pariwisata dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai produk dan jasa, mulai dari kuliner, kerajinan, ekonomi kreatif, jasa pemanduan, hingga produk berbasis potensi lokal lainnya.

Bagi Polinela, capaian Bumi Lebu menjadi refleksi penting atas peran perguruan tinggi vokasi dalam pembangunan daerah. Pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan solusi terapan, mentransfer pengetahuan, serta memberikan kontribusi langsung terhadap penguatan sektor produktif di masyarakat.

Selanjutnya, Desa Wisata Bumi Lebu akan mengikuti tahapan penilaian berikutnya dalam rangka pemilihan desa wisata terbaik tingkat nasional. Tahapan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus melakukan penguatan dan inovasi, baik dari sisi tata kelola destinasi, produk wisata, kualitas pelayanan, promosi, maupun pemberdayaan masyarakat.

Dengan masuknya Bumi Lebu ke dalam 30 besar Wonderful Indonesia Award 2026, potensi pariwisata Pesisir Barat sekaligus mendapatkan ruang lebih luas untuk dikenal di tingkat nasional. Polinela akan terus mendorong penguatan peran pendidikan vokasi yang tidak hanya menghasilkan kompetensi, tetapi juga menghadirkan inovasi dan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal yang inklusif serta berkelanjutan.