Workshop Penyelarasan Desain Pembelajaran Smart and Precision Farming Program Studi Teknologi Perbenihan
Kegiatan

Workshop Pengembangan Kurikulum MBKM untuk Pembelajaran Berbasis Produk dan Lokakarya Penyelarasan Desain Pembelajaran Smart and Precision Farming Program Studi Teknologi Perbenihan

Polinela, Kamis (11/11/2021). Program Studi Teknologi Perbenihan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melaksanakan kegiatan Workshop Pengembangan Kurikulum MBKM untuk Pembelajaran Berbasis Produk dan Lokakarya Penyelarasan Desain Pembelajaran Smart and Precision Farming. Kegiatan Workshop Pengembangan Kurikulum MBKM untuk Pembelajaran Berbasis Produk dilaksanakan selama 2 hari dari 8-9 November 2021 dan Lokakarya Penyelarasan Desain Pembelajaran Smart and Precision Farming selama 1 hari pada 10 November 2021 di Ruang Sidang Utama Polinela.

Anung Wahyudi, S.P., M.Sc., Ph.D., selaku ketua pelaksana megatakan bahwa tahun ini Program Studi Teknologi Perbenihan berhasil mendapatkan Matching Fund Vokasi dan Competitive Fund-PSTBI yang digunakan untuk penyediaan alat-alat laboratorium, pelatihan, dan workshop untuk para dosen, PLP, dan mahasiswa. “Ini merupakan salah satu bukti dukungan dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi” ujarnya. Selain itu 50 mahasiswa Program Studi Teknologi Perbenihan sudah melaksanakan uji sertifikasi dengan LSP dan Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo). Dosen di Program Studi Teknologi Perbenihan juga sudah melaksanakan pelatihan industri.

Ketua Jurusan Budidaya Tanaman Pangan, Ir. Hery Sutrisno, M.P., dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini pendidikan vokasi harus link and match dengan dunia usaha dan dunia industri, syarat pertama terciptanya link and match antara vokasi dengan dunia industri adalah pembuatan kurikulum bersama dimana kurikulum tersebut harus disinkronisasi setiap tahun dengan industri, untuk itu diperlukan penyelarasan kurikulum pembelajaran. Dengan diadakannya Workshop Pengembangan Kurikulum MBKM untuk Pembelajaran Berbasis Produk dan Lokakarya Penyelarasan Desain Pembelajaran Smart and Precision Farming ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang link and match dengan dunia usaha dan dunia industri.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Polinela Dr. Ir. Sarono, M.Si. dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kebijakan Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi yaitu mendekatkan dunia pendidikan dengan dunia industri, oleh karena itu program-program yang sudah disiapkan oleh Polinela bertujuan untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang kompeten dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dikemudian hari. Oleh karena itu saat ini pendidikan vokasi harus link and match dengan dunia industri.

Pada kegiatan hari pertama terdapat presentasi pemateri dengan tema “Kurikulum MBKM yang diharapkan Industri” oleh Nur Fajrina dari PT. East West Seed Indonesia yang di lakukan secara daring, dilanjutkan dengan materi “Pembelajaran Berbasis Teaching Factory” oleh Agustinus Juni, S.P. dari PT. Agri Makmur Pertiwi. Selanjutnya pada hari kedua presentasi Pemateri dengan tema “Skill Mahasiswa yang diminati Industri” oleh Dwi Okianto (PT. Great Giant Pineapple) yang diwakili oleh Daisy Metria, S.Psi. selaku Recruitment & HRBP Agri Dep Head.

Workshop Pengembangan Kurikulum MBKM untuk Pembelajaran Berbasis Produk dilaksanakan secara daring dan luring. Workshop ini dilaksanakan sebagai kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tujuan dari program ini adalah “hak belajar tiga semester di luar program studi adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan memiliki kepribadian yang baik.

Matching Fund Vokasi merupakan program yang diluncurkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi (PTVP) Kemendikbud Ristek sebagai strategi penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi (PTV) dengan dunia kerja. Sasaran program Matching Fund Vokasi ditujukan pada institusi yang memiliki PTV di bawah binaan Kemendikbud Ristek. Dengan syarat, institusi harus memiliki rekam jejak dalam melaksanakan proses pembelajaran dan penelitian terapan yang berorientasi menghasilkan produk (barang atau jasa) sesuai standar, prosedur, dan dilaksanakan dengan menggandeng dunia kerja.

Kegiatan dilanjutkan dengan Lokakarya Penyelarasan Desain Pembelajaran Smart and Precision Farming dengan pemateri Mustika Arsri, S.P. selaku Operation and Agronomist dari PT. Habibi Digital Nusantara dengan materi yang disampaikan berjudul IoT untuk Produksi Benih dan Buah Melon. PT. Habibi Digital Nusantara merupakan perusahaan di bidang teknologi pertanian yang didirikan sejak 2016 yang terus berinovasi untuk bisa mencapai visi yaitu membagun peradaban via IOT Agriculture.

Polinela-Lokakarya-Teknologi-Perbenihan
Lokakarya Penyelarasan Desain Pembelajaran Smart and Precision Farming Program Studi Teknologi Perbenihan

Kegiatan diakhiri dengan Penyusunan SOP Seed Teaching Factory oleh pihak dari PT. Habibi Digital Nusantara serta dosen dan PLP dari Program Studi Teknologi Perbenihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *