Berita Kegiatan SDGs

UPA Perpustakaan Polinela Gelar Inklusi Sosial Sulam Tapis, Lestarikan Warisan Budaya Lampung dan Dorong Ekonomi Kreatif

Polinela, Kamis (09/07/20260). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menunjukkan komitmen dalam pelestarian budaya lokal sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Inklusi Sosial bertema “Merajut Warisan, Menenun Kebersamaan” dengan fokus pada pelatihan Sulam Tapis. Kegiatan yang merupakan program rutin tahunan Perpustakaan Polinela yang diselenggarakan di Ruang Sidang Utama Polinela.

Program inklusi sosial menjadi salah satu bentuk transformasi perpustakaan sebagai pusat literasi yang tidak hanya menyediakan akses informasi, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan keterampilan, pelestarian budaya, serta peningkatan kesejahteraan.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Polinela yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Sulam Tapis merupakan warisan budaya Lampung yang memiliki nilai seni tinggi sekaligus potensi ekonomi yang besar sehingga perlu terus dilestarikan melalui peningkatan kapasitas para perajinnya.

“Kegiatan Bimtek ini dilatarbelakangi oleh potensi besar Sulam Tapis sebagai warisan budaya kebanggaan Lampung yang bernilai seni tinggi dan prospektif secara ekonomi. Demi menjaga eksistensinya dan meningkatkan daya saing produk di pasar modern, penguatan kompetensi para perajin mutlak diperlukan,” ujar Didik Kuswadi.

Sementara itu, Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Politeknik Negeri Lampung, Dr. Ir. Suraya Kaffi Syahfura, M.T.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa perpustakaan saat ini telah berkembang menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning center) yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan berbagai program pemberdayaan berbasis literasi dan kearifan lokal.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan inklusi sosial merupakan implementasi nyata transformasi perpustakaan yang berorientasi pada manfaat bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat Sulam Tapis, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Lampung,” ungkap Suraya Kaffi Syahfura.

Ketua pelaksana kegiatan, Rodiana, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sulam Tapis memiliki dua tujuan utama, yaitu meningkatkan keterampilan dan kreativitas para perajin pemula dalam menguasai berbagai teknik Sulam Tapis

“Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi produk Sulam Tapis yang memiliki daya saing dan nilai ekonomi lebih tinggi sehingga dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” ujar Rodiana.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas perajin tapis pemula, mahasiswa Program Studi Pariwisata Polinela, serta ibu rumah tangga dari wilayah Bandar Lampung. Para peserta memperoleh pembelajaran secara teori dan praktik langsung dari Ibu Nurbaiti beserta tim, pengrajin Tapis profesional asal Kabupaten Pesawaran yang telah berpengalaman dalam pengembangan kerajinan Tapis Lampung.

Selama pelatihan, peserta dibimbing mulai dari pengenalan bahan, teknik dasar penyulaman, pengembangan motif, hingga strategi meningkatkan kualitas dan nilai jual produk Sulam Tapis agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi praktik maupun diskusi bersama narasumber.

Melalui program inklusi sosial ini, Polinela menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan perpustakaan sebagai ruang yang inklusif, inovatif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pelestarian budaya daerah, memperkuat ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, serta mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.