Polinela_Dwi Eva_Susu Sumber Zat Gizi yang Tak Boleh Diabaikan
Artikel Berita

Susu Sumber Zat Gizi yang Tak Boleh Diabaikan

Polinela, Rabu (09/06/2021). Empat Sehat Lima Sempurna. Masih ingat dengan slogan ini? Ya, slogan ini terkait dengan pola makan yang sebaiknya dikonsumsi setiap hari. Dwi Eva Nirmagustina, Ph.D., Dosen Teknologi Pangan Politeknik Negeri Lampung menjelaskan empat sehat terdiri dari nasi (sumber karbohidrat), lauk pauk (sumber protein), sayur dan buah (sumber serat, vitamin, dan mineral). Disempurnakan dengan lima, yaitu susu. Namun pola konsumsi ini telah berganti seiring dengan perubahan gaya hidup manusia Indonesia modern yaitu B2SA (beragam, bergizi, seimbang, dan aman). Apakah susu sebagai penyempurna pada pola konsumsi 4 sehat 5 sempurna masih penting pada pola konsumsi B2SA?

Susu adalah cairan berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia (manusia, kerbau, sapi, kambing, domba, unta, kuda, keledai dan sebagainya). Susu merupakan sumber zat gizi penting bagi manusia, terutama bayi yang baru lahir. Susu mengandung komponen gizi lengkap, yaitu karbohidrat, lemak, asam lemak, protein, asam amino (18), kolesterol, vitamin (9), dan mineral (10).

Karbohidrat susu adalah laktosa. Laktosa memberikan rasa manis pada susu. Asam lemak susu terdiri dari 3 jenis, yaitu asam lemak rantai pendek (SFA), asam lemak tidak jenuh tunggal (MUFA), dan asam lemak tidak jenuh ganda (PUFA). Protein susu terdiri dari 3 komponen besar, yaitu protein kasein, protein whey, dan protein terkait dengan membran globula lemak susu. Asam amino susu dan produk olahan susu meliputi asam amino esensial (isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptopan, valin, dan histidin) dan non esensial (sistein, tirosin, dan arginin). Vitamin susu terdiri dari vitamin larut air (tiamin, riboflavin, niasin, B6, folat, B12, dan C) dan vitamin larut lemak (A, D, dan E). Mineral susu, yaitu kalsium, fosfor, sodium, potasium, magnesium, besi, zink, tembaga, dan iodine. Garam-garam mineral ini memberikan rasa sedikit asin pada susu.

Susu selain dikonsumsi secara langsung sebagai minuman (susu segar), susu juga merupakan bahan baku untuk membuat berbagai produk olahan susu seperti susu bubuk, susu krim, susu skim, mentega, keju, es krim, yohurt, kefir, dan curstad. Susu juga banyak digunakan sebagai ingredient pada pembuatan aneka pangan seperti produk coklat, roti dan pastry, biskuit dan crackers, pancake dan waffle, dan sebagainya.

Lengkapnya komponen gizi susu sehingga memberikan kontribusi besar bagi gizi manusia menjadikan susu mendapat tempat istimewa sehingga ada Hari Susu Sedunia dan Hari Susu Nusantara yang jatuh pada tanggal 1 Juni. Perayaan Hari Susu sedunia telah dimulai sejak tahun 2001 yang diinisiasi oleh Food and Agriculture Organization (FAO). Sedangkan Indonesia merayakan Hari Susu Nusantara sejak tahun 2009. Peringatan Hari Susu berfokus pada peningkatan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya susu sebagai bagian dari diet seimbang bagi kesehatan dan pentingnya industri susu yang menghasilkan berbagai produk olahan susu.

Masih ada kontroversi susu sebagai pemenuhan gizi manusia yang dapat menimbulkan berbagai penyakit, terutama penyakit degenaratif seperti obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, kardiovakuler (stroke), dan kanker. Namun demikian manfaat susu tetap baik bagi pemenuhan gizi jika dikonsumsi secara seimbang.

Protein penting dalam menurunkan dan memelihara berat badan karena memberikan efek mengenyangkan sehingga mencegah konsumsi berlebihan dan dapat mengurangi simpanan lemak. Oleh karena itu susu dan produk olahan susu dapat menurunkan risiko obesitas pada anak-anak dan produk olahan susu dapat memperbaiki komposisi tubuh dan memfasilitasi penurunan berat badan selama pembatasan energi pada orang dewasa.

Produk fermentasi susu seperti keju dan yoghurt mempunyai keunggulan karena memberikan kebaikan pada mikrobiota usus sehingga berkontribusi terhadap penurunan risiko diabetes tipe-2. Selain itu susu dan yoghurt memberikan efek insulin tropik yaitu dapat meningkatkan sensitivitas insulin pada penderita diabetes tipe-2.

Susu mengandung lemak dan mineral kalsium. Produk olahan susu yang rendah lemak dan kaya kalsium dianggap dapat menurunkan tekanan darah. Selain itu konsumsi susu dan produk olahan susu sebanyak 200-300 ml/hari tidak akan meningkatka risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular, terutama stroke.
Susu dan produk olahan susu mengandung sejumlah mineral yang diperlukan dalam membangun kesehatan tulang pada anak-anak dan remaja. Mineral magnesium merupakan salah satu mineral penting untuk pertumbuhan tulang. Mineral kalsium pada susu merupakan mineral organik yang unggul karena mudah diserap oleh tubuh.

Kalsium pada susu dan produk olahan susu merupakan salah satu mineral yang mempunyai efek positif terhadap pencegahan munculnya kejadian kanker. Konsumsi susu dan produk olahan susu dapat mencegah kanker kolorektal, kanker kandung kemih, kanker lambung, dan kanker payudara.

Konsumsi susu masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara lain. Menurut BPS tahun 2019 komsumsi susu berkisar 16,23 kg/kapita/tahun. Susu sebagai bagian dari diet sehari-hari akan memberikan asupan gizi yang beragam, bergizi, dan seimbang. Oleh karena itu penting bagi kita mulai saat ini mengkonsumsi susu dan produk olahan susu agar mendapatkan asupan gizi yang berkualitas untuk menghasikan stamina tubuh yang prima.

 

Pustaka

Gantner V, Mijic P, Baban M, Turalija, A. 2015. The overall and fat composition of milk of various species. Mljekarstvo/Dairy, 65: 223-231.

Cornelia Bär, Déborah Mathis, Patrick Neuhaus, Desirée Dürr, Walter Bisig, Lotti Egger, Reto Portmann. 2019. Protein profile of dairy products: Simultaneous quantification of twenty bovine milk proteins. International Dairy Journal, 97:167-175. https://doi.org/10.1016/j.idairyj.2019.01.001.

Górska-Warsewicz, H., Rejman, K., Laskowski, W., & Czeczotko, M. 2019. Milk and Dairy Products and Their Nutritional Contribution to the Average Polish Diet. Nutrients, 11(8): 1771. https://doi.org/10.3390/nu11081771

Thorning, T. K., Raben, A., Tholstrup, T., Soedamah-Muthu, S. S., Givens, I., & Astrup, A. 2016. Milk and dairy products: good or bad for human health? An assessment of the totality of scientific evidence. Food & nutrition research, 60: 32527. https://doi.org/10.3402/fnr.v60.32527.

*Artikel telah dirilis pada lampung.rilis.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *