Berita Prestasi

Inovasi Dosen Polinela Raih Juara 1 kategori Women In Clean Energy pada Apresiasi EBTKE 2026 Kementerian ESDM

Polinela, Jum’at (04/09/2026). Komitmen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dalam mendorong pengembangan energi bersih terus diwujudkan melalui riset dan inovasi sivitas akademika yang berorientasi pada kebutuhan pendidikan vokasi, dunia kerja, industri, serta masyarakat.Dan Inovasi Dosen Polinela Raih Juara 1 kategori Women In Clean Energy pada Apresiasi EBTKE 2026 Kementerian ESDM.

Novia Utami Putri, M.T., dosen Jurusan Teknik, Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif Politeknik Negeri Lampung (Polinela), yang mengembangkan berbagai inovasi di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT). Ketertarikannya terhadap energi bersih berawal dari kegelisahan sederhana mengenai bagaimana pendidikan vokasi di bidang EBT dapat diberikan secara lebih konkret dan aplikatif, tidak hanya berhenti pada pemahaman teoritis di ruang kelas.

Novia Utami Putri, M.T., (Sebelah kiri) dosen Jurusan Teknik, Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif Politeknik Negeri Lampung (Polinela), yang mengembangkan berbagai inovasi di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT).

Selama menjalankan aktivitas pembelajaran, Novia melihat bahwa siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan mahasiswa vokasi masih menghadapi tantangan dalam memahami sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), inverter, hingga manajemen energi. Keterbatasan media praktik yang terjangkau dan kontekstual menjadi salah satu persoalan yang mendorongnya untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi EBT.

Berangkat dari kondisi tersebut, Novia kemudian mengembangkan Trainer Hybrid Energy berbasis EBT sebagai media pembelajaran yang dirancang untuk mendukung proses praktik siswa dan mahasiswa vokasi. Trainer tersebut mengintegrasikan sumber energi surya dan sistem kontrol sehingga peserta didik dapat memperoleh pengalaman secara langsung dalam memahami proses pembangkitan, pengelolaan, serta pemanfaatan energi.

Pengembangan Trainer Hybrid Energy tersebut menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana riset dosen Polinela diarahkan untuk memperkuat karakter pendidikan vokasi. Peserta didik tidak hanya mendapatkan pengetahuan konseptual mengenai energi terbarukan, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik yang dapat membangun kompetensi teknis dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi di dunia kerja.

“Ketertarikan saya pada energi bersih berawal dari kegelisahan sederhana: bagaimana caranya agar pendidikan vokasi tentang Energi Baru Terbarukan tidak hanya teoritis di atas kertas,” ujar Novia.

Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam mendukung transisi energi karena pembelajaran dapat menjadi ruang awal untuk memperkenalkan teknologi sekaligus membangun keterampilan sumber daya manusia yang akan terlibat dalam pengembangan dan pemanfaatan energi bersih.

Tidak berhenti pada pengembangan media pembelajaran, riset Novia juga diarahkan pada penerapan EBT untuk mendukung sektor pertanian. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah perangkap hama serangga bertenaga panel surya untuk tanaman padi. Inovasi tersebut menjadi upaya menghadirkan teknologi tepat guna yang memanfaatkan energi matahari sekaligus mendukung pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan sebagai alternatif terhadap penggunaan pestisida kimia.

Pengembangan inovasi tersebut memperlihatkan keterkaitan antara bidang energi dan kebutuhan sektor pertanian. Bagi Polinela sebagai perguruan tinggi pendidikan vokasi yang memiliki kedekatan dengan sektor pertanian dan pembangunan daerah, pemanfaatan EBT untuk mendukung produktivitas pertanian menjadi salah satu ruang strategis pengembangan riset terapan.

Selain pengembangan teknologi tepat guna, Novia juga memperkuat kompetensi akademiknya melalui studi Magister Teknik Elektro dengan mendalami kendali stabilitas frekuensi pada sistem tenaga yang terintegrasi dengan EBT. Kajian tersebut berkaitan dengan tantangan menjaga kestabilan dan keandalan sistem ketenagalistrikan seiring semakin besarnya pemanfaatan energi terbarukan dalam bauran energi.

Kiprah tersebut kemudian mendorong Novia mengikuti kategori Women in Clean Energy – Inovator dalam EBTKE ConEx. Keikutsertaan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan inovasi yang dikembangkan sekaligus menunjukkan kontribusi perempuan dalam pengembangan teknologi energi bersih.

Menurut Novia, terdapat tiga alasan utama yang melatarbelakangi keikutsertaannya. Pertama, aspek representasi perempuan di sektor energi yang masih perlu diperkuat. Ia ingin memberikan contoh kepada mahasiswi di lingkungan pendidikan vokasi bahwa perempuan tidak hanya dapat menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menjadi inovator dan pengembang teknologi.

Kedua, semangat vokasi yang menempatkan inovasi sebagai sesuatu yang harus memiliki manfaat nyata. Teknologi yang dikembangkan tidak diarahkan hanya untuk digunakan di laboratorium, tetapi diharapkan dapat menghasilkan teknologi tepat guna yang murah, terjangkau, dapat direplikasi oleh SMK maupun masyarakat desa, serta berpotensi membuka peluang lapangan kerja hijau.

Ketiga, keberadaan Polinela sebagai perguruan tinggi pendidikan vokasi di Lampung yang memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan pembangunan daerah. Riset EBT diharapkan dapat terus dikembangkan dan dihilirisasi untuk mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, serta pembangunan berkelanjutan.

Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa inovasi yang dikembangkan oleh dosen merupakan bagian penting dari penguatan peran Polinela sebagai perguruan tinggi vokasi. Menurutnya, riset dan inovasi harus memiliki keterhubungan dengan kebutuhan masyarakat, dunia industri, serta tantangan pembangunan.

“Polinela terus mendorong dosen untuk menghasilkan riset terapan dan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia kerja. Pengembangan EBT merupakan salah satu bidang yang sangat relevan dengan kebutuhan masa depan, sehingga kompetensi dan inovasi sivitas akademika di bidang ini perlu terus diperkuat,” ujar Dr. Dwi Puji Hartono.

Ia menambahkan, karakter pendidikan vokasi menuntut adanya keterhubungan antara pembelajaran, praktik, teknologi, dan kebutuhan lapangan. Karena itu, pengembangan Trainer Hybrid Energy maupun inovasi pemanfaatan tenaga surya untuk sektor pertanian menjadi contoh bagaimana kompetensi dosen dapat diterjemahkan menjadi solusi yang aplikatif.

“Keberhasilan inovasi dosen juga harus diarahkan pada proses hilirisasi. Kita ingin agar hasil riset dari lingkungan Polinela dapat dimanfaatkan lebih luas, direplikasi, dan memberikan dampak bagi masyarakat. Dengan demikian, kampus vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga menghasilkan inovasi yang menjawab persoalan nyata,” lanjutnya.

Bagi Novia, apresiasi sebagai Inovator dalam kategori Women in Clean Energy bukanlah tujuan akhir. Pengakuan tersebut menjadi validasi sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan riset yang menggabungkan pendidikan vokasi, teknologi surya, energi bersih, dan pemberdayaan perempuan.

“Bagi saya, penghargaan Inovator ini bukan garis finish, tetapi validasi bahwa jalur yang saya pilih—menggabungkan pendidikan, teknologi surya, dan pemberdayaan perempuan—adalah jalur yang tepat,” ungkap Novia.

Melalui kiprah Novia Utami Putri, Polinela menunjukkan bahwa pengembangan EBT dapat dimulai dari ruang kelas dan laboratorium pendidikan vokasi, kemudian dikembangkan menjadi teknologi yang menjawab kebutuhan sektor produktif dan masyarakat.

Ke depan, Polinela berkomitmen memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang mendukung transisi energi sekaligus pembangunan berkelanjutan. Pengembangan teknologi EBT diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa dan siswa vokasi, tetapi juga membuka peluang implementasi di sektor pertanian, masyarakat desa, dunia industri, serta berbagai bidang produktif lainnya.

Semangat tersebut menegaskan bahwa transisi energi bukan hanya agenda teknologi, tetapi juga agenda pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia. Dari Lampung, melalui pendidikan vokasi, Polinela terus mendorong lahirnya inovasi yang dapat menjadi bagian dari solusi menuju masa depan energi yang lebih bersih, inklusif, dan berkelanjutan.