polinela.ac.id, Senin (15/12/2025). Polinela dan Bank Indonesia (BI) KpW Lampung sukses terapkan strategi untuk kembangkan UMKM dan pendukung pariwisata di desa Kelawi dan desa Sungai Langka, Provinsi Lampung.
Akhir setelah selama 6 (enam) bulan melaksanakan implementasi kegiatan dan program pengembangan UMKM dan pendukung pariwisata di kedua desa tersebut, tim Polinela berhasil menuntaskan program kerjasama dan dukungan dari Bank Indonesia KpW Lampung.

Pelaksanaan Program Replikasi Model Bisnis UMKM Pendukung Pariwisata di Desa Wisata Sungai Langka dan Desa Wisata Kelawi sepanjang tahun 2025 menunjukkan kemajuan penting dalam membangun pondasi ekosistem desa wisata yang lebih kuat dan mandiri.

Melalui rangkaian pendampingan Tahap 1 hingga Familiarization Trip, kegiatan pelatihan, visitasi lapangan, identifikasi gap indikator, hingga pengembangan paket wisata dan branding UMKM, kedua desa mengalami transformasi dalam cara pandang dan pengelolaan potensi pariwisatanya.
Desa Sungai Langka memperlihatkan kemajuan signifikan dalam penguatan identitasnya sebagai destinasi agrowisata berbasis komoditas lokal seperti kakao, pisang, dan kerajinan Sulam Jelujur.

Masyarakat mulai memahami bahwa potensi wisata tidak hanya berfokus pada
produk, tetapi juga pada penciptaan pengalaman edukatif melalui rangkaian aktivitas yang menghubungkan perkebunan, UMKM, budaya, dan sumber daya alam desa.
Pendampingan yang diberikan berhasil menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pengembangan desa wisata membutuhkan tata kelola yang kuat, kolaborasi antar-pelaku, serta strategi promosi yang lebih modern.
Sementara itu, Desa Kelawi yang telah lebih dikenal melalui daya tarik Pantai Minang Rua juga mendapat banyak manfaat dari program ini.
Pendampingan berhasil mendorong desa untuk tidak bergantung pada satu atraksi wisata, tetapi mulai memetakan dan mengembangkan potensi wilayah lain seperti Dusun Kayu Tabu.

Upaya ini membuka ruang diversifikasi berupa agrowisata alpukat, wisata budaya, dan penguatan kerajinan tapis sebagai identitas lokal.
Melalui pelatihan branding, packaging, dan penyusunan paket wisata partisipatif, masyarakat Kelawi mulai melihat peluang ekonomi yang lebih merata dari sektor pariwisata.
Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat,
memperbaiki tata kelola Pokdarwis, memperluas keterlibatan UMKM, memperkuat identitas desa wisata, serta menciptakan jejaring kolaborasi yang lebih solid antara pemerintah desa, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan lembaga pendukung lainnya.
Program ini menjadi langkah awal yang strategis untuk membawa Sungai Langka dan Kelawi menuju desa wisata yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.






