Polinela, Selasa (21/07/2026). Sebagai implementasi dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah terjalin dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) II Palembang, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menyelenggarakan Program Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi bagi Mahasiswa Program Diploma III dan Sarjana Terapan Tahun Anggaran 2026.
Program ini merupakan langkah strategis Polinela dalam menghasilkan lulusan vokasi yang kompeten, profesional, dan memiliki daya saing tinggi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), khususnya di sektor jasa konstruksi.
Program pelatihan dan sertifikasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polinela dan BJKW II Palembang sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas lulusan pendidikan vokasi. Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan teori dan praktik yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sehingga materi yang diberikan selaras dengan kebutuhan industri konstruksi.
Program ini diikuti oleh 42 mahasiswa, terdiri atas 10 mahasiswa Program Diploma III Teknik Sumber Daya Lahan dan Lingkungan serta 32 mahasiswa Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pembekalan, peserta mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Gatensi. Mahasiswa yang dinyatakan kompeten berhak memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional sebagai bukti penguasaan keterampilan sesuai standar industri jasa konstruksi.
Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bagian penting dari transformasi pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri.
“Melalui program sertifikasi kompetensi ini, Polinela berupaya menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri. Kami berharap sertifikasi ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk lebih siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.
Menurutnya, sertifikat kompetensi menjadi nilai tambah bagi lulusan karena menunjukkan bahwa mereka telah memenuhi standar keterampilan yang diakui secara nasional. Hal tersebut sejalan dengan komitmen Polinela dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kompetensi dan kesiapan kerja.
Sementara itu, perwakilan Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang, Mohammad Nazar, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Polinela dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa sejak masih berada di bangku kuliah.
“Mahasiswa yang telah memiliki sertifikat kompetensi akan memiliki nilai tambah ketika memasuki dunia kerja. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mencetak tenaga konstruksi yang kompeten, profesional, dan sesuai standar nasional,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi ini, Politeknik Negeri Lampung terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang menghasilkan lulusan tidak hanya berbekal ijazah, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang menjadi pengakuan atas kemampuan profesionalnya. Ke depan, Polinela akan terus memperluas implementasi kerja sama dengan berbagai mitra strategis guna menghadirkan program peningkatan kompetensi yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri, sehingga lulusan Polinela semakin siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.





