Polinela, Selasa (23/06/2026). Komitmen dalam meningkatkan budaya literasi di kalangan generasi muda terus diperkuat oleh Politeknik Negeri Lampung (Polinela). Bersinergi dengan Balai Bahasa Provinsi Lampung, Polinela menghadirkan kegiatan Pengembangan Kebahasaan dan Pelatihan Literasi yang berfokus pada peningkatan kemampuan komunikasi, pemahaman bahasa, serta kreativitas menulis bagi generasi muda Lampung.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi para peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai kaidah kebahasaan sekaligus mengembangkan kemampuan menuangkan ide, gagasan, dan pengalaman ke dalam karya tulis yang berkualitas. Melalui pelatihan penulisan esai, peserta didorong untuk lebih kritis dalam melihat berbagai isu di lingkungan sekitar serta mampu menyampaikan pemikirannya secara sistematis dan inspiratif.
Kehadiran Duta Bahasa Provinsi Lampung turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Selain berbagi pengalaman, para Duta Bahasa juga memberikan motivasi kepada peserta agar semakin mencintai bahasa Indonesia, mengembangkan budaya membaca dan menulis, serta menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung yang diwakili oleh Rima Ulfayanti, M.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa literasi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Menulis adalah salah satu cara generasi muda menyampaikan gagasan. Dengan kemampuan literasi yang baik, mereka dapat menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif melalui karya,” ujar Rima.
Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Lampung yang diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Penulisan Esai bagi Generasi Muda Terbina Literasi Provinsi Lampung. Dalam sambutannya, Didik menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mendukung pengembangan potensi generasi muda, tidak hanya dalam aspek akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga dalam penguatan kemampuan literasi.
“Mahasiswa dan generasi muda harus mampu menjadi penggerak perubahan. Melalui literasi, mereka dapat mengembangkan kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan menciptakan inovasi melalui tulisan,” ungkap Didik.
Menurutnya, kemampuan literasi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, Polinela terus mendorong berbagai program yang dapat meningkatkan kapasitas generasi muda dalam berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, serta menghasilkan karya-karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kolaborasi antara Polinela dan Balai Bahasa Provinsi Lampung ini menjadi bukti nyata sinergi antarlembaga dalam membangun ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan. Melalui kegiatan penulisan esai, para peserta diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya kreatif dan inspiratif, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial, lingkungan, dan pembangunan daerah.
Sebagai perguruan tinggi vokasi yang berkomitmen mencetak lulusan unggul dan berkarakter, Polinela terus mendukung berbagai program pengembangan literasi sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang cerdas, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa.





