Polinela, Selasa (04/08/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan berskala nasional dan regional melalui National & Regional Training Circular Economy Seminar yang diselenggarakan oleh SEAMEO BIOTROP pada 4–7 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antarlembaga pendidikan, pemerintah, peneliti, dan praktisi dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular sebagai solusi terhadap tantangan pengelolaan limbah organik serta pembangunan pertanian berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan terdiri atas National Training yang diikuti secara luring oleh 30 guru SMA dari Provinsi Lampung dan sekitarnya, serta Regional Seminar yang diselenggarakan secara hibrida dengan melibatkan sekitar 147 peserta dari berbagai kalangan, meliputi pendidik, dosen, peneliti, mahasiswa, perwakilan pemerintah, sektor swasta, organisasi nonpemerintah, hingga praktisi di bidang pertanian, lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam.
Seminar ini juga menghadirkan peserta dari empat negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Vietnam, sehingga menjadi wadah strategis untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik mengenai implementasi ekonomi sirkular di kawasan.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi dari para narasumber dan instruktur yang berasal dari SEAMEO BIOTROP, IPB University, Politeknik Negeri Lampung, SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS), serta para praktisi yang memiliki kepakaran di bidang ekonomi sirkular, bioteknologi, pertanian berkelanjutan, pengelolaan limbah organik, dan pengelolaan sumber daya alam.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya volume limbah organik yang berasal dari sektor pertanian maupun rumah tangga, yang kini menjadi salah satu tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah organik dan biomassa didorong untuk diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga mampu mendukung terciptanya sistem pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Deputy Director for Program SEAMEO BIOTROP, Dr. Doni Yusri, yang mewakili Director SEAMEO BIOTROP. Dalam sambutannya, ia memperkenalkan mandat SEAMEO BIOTROP sebagai pusat regional di bawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) yang berfokus pada pengembangan biologi tropis, konservasi keanekaragaman hayati, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Dr. Doni menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui transfer pengetahuan kepada para guru, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diteruskan kepada peserta didik maupun masyarakat luas. Menurutnya, meningkatnya volume limbah organik menuntut adanya pendekatan yang lebih inovatif melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular yang mampu mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Dosen Pulang Kampung sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pemerintah daerah dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan berbagai inovasi dan praktik ekonomi sirkular dapat diimplementasikan secara lebih luas guna mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan serta pengelolaan sumber daya alam di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.
Mewakili Politeknik Negeri Lampung, Direktur Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polinela sebagai mitra penyelenggara kegiatan internasional tersebut. Ia menegaskan bahwa kepercayaan ini menjadi bukti pengakuan terhadap kapasitas Polinela sebagai perguruan tinggi pendidikan vokasi yang terus berkomitmen mendukung pengembangan inovasi, kolaborasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian dan lingkungan.
“Polinela senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap tantangan global. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga melahirkan inovasi dan praktik ekonomi sirkular yang dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung pembangunan daerah dan mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Thomas Amirico, S.STP., M.H. selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan berpikir kritis peserta didik sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan. Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, berkomitmen mendorong satuan pendidikan untuk mengintegrasikan materi mengenai perubahan iklim, pengelolaan lingkungan, dan ekonomi sirkular ke dalam proses pembelajaran sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Dalam laporannya, Programme Coordinator SEAMEO BIOTROP, Ms. Risa Rosita, menjelaskan bahwa National Training dirancang untuk memperkuat kapasitas guru melalui kombinasi penyampaian teori, demonstrasi, dan praktik langsung mengenai pemanfaatan limbah organik dan biomassa. Adapun Regional Seminar menjadi forum pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpendidik, akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan penerapan ekonomi sirkular di sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya alam.
Selama pelatihan, peserta mempelajari berbagai materi aplikatif, antara lain Bioenzyme Production from Fruit Waste and Aromatic Plant Waste, Utilization of Biomass for Mushroom Cultivation, Organic Waste Management Using Black Soldier Fly (BSF), serta Natural Resource Management Based on Circular Economy. Melalui materi tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis dalam pengelolaan limbah organik, pemanfaatan biomassa, serta menyusun rencana aksi implementasi ekonomi sirkular di sekolah maupun lingkungan kerja masing-masing.
Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara SEAMEO BIOTROP, IPB University, Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, serta SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS), dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum nasional dan regional ini semakin menegaskan peran strategis Polinela sebagai perguruan tinggi vokasi yang aktif membangun jejaring kolaborasi internasional, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Melalui sinergi berbagai pemangku kepentingan, diharapkan penerapan ekonomi sirkular dapat semakin luas diimplementasikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana, serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.





