Polinela Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI dan Penguatan Budaya K3 bagi Dosen Jurusan Perikanan dan Kelautan
Berita

Polinela Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI dan Penguatan Budaya K3 bagi Dosen Jurusan Perikanan dan Kelautan

Polinela, Rabu (05/08/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan In House Training yang digelar Jurusan Perikanan dan Kelautan dengan melibatkan seluruh dosen dari lima program studi, yaitu Program Studi Budidaya Perikanan, Program Studi Perikanan Tangkap, Program Studi Teknologi Pembenihan Ikan, Program Studi Teknologi Akuakultur, serta Program Studi Teknologi Cerdas Penangkapan Ikan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi dosen dalam menghadapi transformasi pendidikan tinggi melalui pemanfaatan teknologi digital, sekaligus memperkuat implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium sebagai pendukung pembelajaran vokasi yang berkualitas.

Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Eulis Marlina, S.Pi., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa In House Training diselenggarakan sebagai wadah pengembangan kompetensi dosen agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta tuntutan dunia pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Menurutnya, transformasi digital melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan penguatan budaya keselamatan laboratorium merupakan dua aspek penting yang perlu dikuasai oleh dosen dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dalam memanfaatkan Artificial Intelligence secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai budaya K3, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penanganan kecelakaan, dan prosedur tanggap darurat di laboratorium. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kegiatan akademik sehingga mampu meningkatkan mutu pembelajaran dan pelayanan kepada mahasiswa,” ujar Dr. Eulis Marlina.

Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi kepada Jurusan Perikanan dan Kelautan atas inisiatif penyelenggaraan In House Training sebagai bagian dari pengembangan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Polinela.

Dalam sambutannya, Direktur menegaskan bahwa kualitas pendidikan vokasi sangat ditentukan oleh kualitas tenaga pendidik yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus tetap menjunjung tinggi etika akademik dan budaya keselamatan kerja.

“Perkembangan Artificial Intelligence tidak dapat kita hindari, namun harus kita respons secara bijaksana. AI harus menjadi alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat penelitian, serta mendukung inovasi, bukan menggantikan peran dosen sebagai pendidik. Di sisi lain, budaya keselamatan kerja di laboratorium juga harus menjadi perhatian utama karena laboratorium merupakan pusat pembelajaran praktik yang harus dikelola sesuai standar keselamatan. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam proses pembelajaran maupun penelitian,” ungkap Direktur.

Pada sesi pertama, peserta memperoleh materi bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dan Penelitian di Perguruan Tinggi dengan Etika, Rambu-rambu, dan Implementasinya” yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom., Guru Besar Bidang Artificial Intelligence dalam bidang E-Learning Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya.

Pada sesi pertama, peserta memperoleh materi bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dan Penelitian di Perguruan Tinggi dengan Etika, Rambu-rambu, dan Implementasinya” yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom.

Dalam pemaparannya, Prof. Muhammad Said Hasibuan menjelaskan bahwa Artificial Intelligence telah menjadi salah satu teknologi yang membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan tinggi. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu penyusunan bahan ajar, pengembangan media pembelajaran, analisis data penelitian, hingga meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar. Namun demikian, penggunaannya harus tetap memperhatikan etika akademik, integritas ilmiah, validitas informasi, serta tidak menghilangkan peran utama dosen sebagai pendidik, peneliti, dan pembimbing mahasiswa.

Ia juga mengajak para dosen untuk menjadikan AI sebagai mitra dalam berinovasi sehingga mampu menghasilkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan industri serta perkembangan teknologi global.

Sesi kedua menghadirkan Prof. Dr. Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani, SKM, M.Kes., Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, yang membawakan materi “Budaya K3, Alat Pelindung Diri (APD), Penanganan Kecelakaan, dan Tanggap Darurat di Laboratorium.”

Sesi kedua menghadirkan Prof. Dr. Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani, SKM, M.Kes., Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, yang membawakan materi “Budaya K3, Alat Pelindung Diri (APD), Penanganan Kecelakaan, dan Tanggap Darurat di Laboratorium.”

Dalam paparannya, Prof. Dyah Wulan menjelaskan pentingnya membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas pendidikan dan penelitian di laboratorium. Peserta diberikan pemahaman mengenai identifikasi potensi bahaya, penggunaan APD sesuai standar, prosedur penanganan kecelakaan kerja, serta langkah-langkah tanggap darurat untuk meminimalkan risiko dan menciptakan lingkungan laboratorium yang aman, sehat, dan produktif.

Sebagai institusi pendidikan vokasi yang mengedepankan pembelajaran berbasis praktik, Polinela terus berupaya memastikan seluruh proses akademik berlangsung sesuai standar mutu dan keselamatan. Melalui In House Training ini, Jurusan Perikanan dan Kelautan menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dosen secara berkelanjutan, baik dalam penguasaan teknologi digital maupun penerapan budaya keselamatan kerja.

Diharapkan, hasil dari kegiatan ini mampu memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan produktivitas penelitian, serta mendukung terwujudnya lulusan vokasi Polinela yang unggul, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menjawab kebutuhan dunia usaha, dunia industri, serta dunia kerja.