Polinela, Kamis (01/10/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengambil peran dalam pengembangan komoditas unggulan daerah melalui pendidikan, inovasi, kolaborasi, dan penguatan keterampilan mahasiswa. Semangat tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan “Polinela Coffee Days 2026” yang mengangkat tema “Dari Tanah Lampung, Hadir Selera Dunia”, dalam rangka memperingati Hari Kopi Sedunia.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi Polinela tersebut berlangsung selama dua hari, 1–2 Oktober 2026, bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Polinela. Polinela Coffee Days 2026 dirancang sebagai ruang edukasi, promosi, apresiasi, sekaligus kolaborasi yang mempertemukan unsur akademik, mahasiswa, pelaku industri, lembaga pemerintah, perbankan, serta pemangku kepentingan dalam ekosistem kopi Lampung.
Rangkaian kegiatan menghadirkan berbagai agenda, di antaranya Talkshow Nasional “Sinergi Hulu-Hilir Ekosistem Kopi Lampung”, Kebun Spotlight yang diikuti mahasiswa Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan dengan berbagai lomba bidang seni, V60 Competition bertema “Dari Tanah Lampung, Hadir Selera Dunia”, VIP Exhibition Tour, serta pameran produk tenant stakeholder dan produk Kewirausahaan Mahasiswa (KWU).
Kegiatan hari pertama diawali dengan sambutan Ketua Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Dimas Prakoswo Widiyani, S.P., M.P., Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Polinela Coffee Days menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih luas potensi kopi Lampung sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di sektor perkebunan kopi.
“Kegiatan ini bukan hanya menjadi perayaan Hari Kopi Sedunia, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berjejaring, berinovasi, dan melihat secara langsung bagaimana ekosistem kopi dibangun dari sektor hulu hingga hilir.”
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., Dalam sambutannya, Direktur Polinela menekankan bahwa pengembangan komoditas kopi membutuhkan keterhubungan antarpihak, mulai dari petani, perguruan tinggi, industri, pemerintah, lembaga pembiayaan, hingga pasar.
“Kopi merupakan bagian penting dari potensi perkebunan Lampung. Karena itu, pengembangannya membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari hulu sampai hilir. Polinela sebagai perguruan tinggi pendidikan vokasi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri dan perkembangan pasar.”
Suasana semakin semarak melalui Ceremonial Minum Kopi Bersama dan Toast Hari Kopi Sedunia bertajuk “Coffee Unity Toast: Dari Tanah Lampung, Hadir Selera Dunia.” Sebanyak 500 cup cold brew disiapkan secara khusus menggunakan biji kopi robusta pilihan yang berasal dari sejumlah sentra produksi kopi di Lampung, yaitu Pesawaran, Tanggamus, dan Lampung Barat. Kopi tersebut dibagikan secara gratis kepada para hadirin dan pengunjung dalam kegiatan Polinela Coffee Days 2026.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Special Presentation: Sosialisasi dan Promosi Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Perkebunan Kopi yang disampaikan oleh Koordinator Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi, Hafiz Luthfi, S.P., M.P.
Dalam paparannya, Hafiz memperkenalkan karakteristik Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi Polinela, termasuk pembelajaran berbasis praktik, penguatan kompetensi mahasiswa, serta peluang pengembangan karier di sektor perkebunan dan industri kopi.
“Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi hadir untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional yang memahami kopi secara menyeluruh. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai tanaman dan budidayanya, tetapi juga diarahkan memahami pengelolaan perkebunan, pengolahan hasil, mutu, bisnis, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan industri kopi.”
Kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus bentuk apresiasi terhadap kopi Lampung, mulai dari para petani dan pelaku usaha hingga seluruh pihak yang berkontribusi dalam membangun ekosistem kopi. Momentum tersebut sekaligus mempertegas pesan yang diusung Polinela Coffee Days 2026.

Memasuki agenda utama hari pertama, Polinela menghadirkan Talkshow Nasional bertajuk “Sinergi Hulu-Hilir Ekosistem Kopi Lampung.” Talkshow tersebut menghadirkan Disan Narundhana, S.Pt., dari PT Sucofindo Bandar Lampung, serta Subhan Sjafari, S.P., M.M. dan Achmad Perkasa Subarkah, S.E., MComm., dari Bank Indonesia Provinsi Lampung. Diskusi dimoderatori oleh Putri Mariska Fahmi, M.P., dosen Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi Polinela.

Forum tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan kopi Lampung, mulai dari produksi dan mutu, penguatan rantai pasok, standardisasi, pembiayaan, pengembangan usaha, hingga peluang meningkatkan daya saing komoditas kopi.
Bagi Polinela, penguatan ekosistem kopi tidak dapat dilakukan secara parsial. Kompetensi sumber daya manusia, kualitas produk, akses pembiayaan, standardisasi, pengolahan, pemasaran, serta konektivitas dengan industri perlu dibangun secara berkelanjutan dan saling terhubung.
Pada siang hari, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan VIP Exhibition Tour yang menampilkan berbagai stand tenant stakeholder serta produk Kewirausahaan Mahasiswa (KWU). Pameran tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan berbagai produk dan kreativitas yang dihasilkan melalui proses pembelajaran dan kegiatan kewirausahaan di lingkungan Polinela.
Kehadiran tenant stakeholder sekaligus memperkuat atmosfer kolaboratif dalam Polinela Coffee Days 2026, sehingga kegiatan tidak hanya menjadi seremoni peringatan Hari Kopi Sedunia, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara pendidikan vokasi, industri, dunia usaha, lembaga keuangan, dan mahasiswa.
Melalui kegiatan tersebut, Polinela terus mendorong mahasiswa agar mampu melihat kopi secara utuh dari tanah tempat kopi dibudidayakan, proses pengelolaan dan pengolahan, hingga bagaimana kopi memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.





