Polinela, Senin (26/10/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) resmi membuka Kompetisi Inovasi Teknologi Bidang Pertanian ke-8 atau 8th Agricultural Innovation Technology Competition (AITeC VIII) Tahun 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Polinela.
Mengemban amanah sebagai tuan rumah, Polinela menghadirkan ajang kompetisi pendidikan vokasi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan kreativitas, menguji kompetensi, dan menghadirkan inovasi bagi sektor pertanian.
Mengusung tema “Empowering Vocational Innovation for Smart and Sustainable Agriculture”, AITeC VIII berlangsung pada 25–27 Oktober 2026 di bawah koordinasi Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BAKORMA) Politeknik se-Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat peran pendidikan tinggi vokasi dalam mendukung transformasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan pengembangan solusi yang berorientasi pada keberlanjutan.

Pembukaan kegiatan dihadiri oleh perwakilan pimpinan Polinela, BAKORMA Politeknik se-Indonesia, Pemerintah Kota Bandar Lampung, serta delegasi perguruan tinggi peserta. Penyelenggaraan AITeC VIII menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga pendidikan sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian modern.
Direktur Polinela, dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si., yang menyampaikan sambutan pembukaan.
Dalam sambutannya, Beliau menekankan pentingnya peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta kreativitas dalam menghasilkan solusi atas berbagai tantangan di sektor pertanian.
Menurutnya, pengembangan pertanian cerdas dan berkelanjutan membutuhkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Pemanfaatan teknologi harus diiringi dengan peningkatan efisiensi proses produksi, pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, dan kemampuan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas serta berdaya saing.
Beliau juga menegaskan bahwa AITeC VIII bukan sekadar ajang untuk memperebutkan prestasi, melainkan ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menguji kompetensi, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan gagasan inovatif yang berpotensi diterapkan untuk mendukung kemajuan pertanian Indonesia.
Sebagai tuan rumah, Polinela berkomitmen mendukung penyelenggaraan kompetisi yang mendorong kolaborasi, kreativitas, dan penguatan kompetensi mahasiswa vokasi. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, serta masyarakat.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua BAKORMA Politeknik se-Indonesia yang diwakili oleh Bendahara BAKORMA, Wiwik Endah Rahayu, S.TP., M.Si. Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan bahwa kompetisi mahasiswa politeknik memiliki peran penting dalam membangun budaya berprestasi, meningkatkan keterampilan, serta mendorong pengembangan inovasi berbasis kompetensi terapan.
Ia menekankan bahwa pendidikan vokasi perlu terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa dituntut tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan keberanian untuk mengembangkan gagasan baru.
Melalui AITeC VIII, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus belajar dari pendekatan dan pengalaman peserta lainnya. Semangat kompetisi diharapkan berjalan beriringan dengan kolaborasi, sehingga kegiatan ini dapat memperkuat jejaring antarlembaga dan mendorong pertukaran praktik baik dalam pengembangan pendidikan vokasi.

Dukungan pemerintah daerah turut mewarnai pembukaan AITeC VIII melalui sambutan Wali Kota Bandar Lampung yang diwakili oleh Pelaksana Harian (Plh.) Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Bandar Lampung, Desti Mega Putri, S.P., M.T.
Dalam sambutannya, Beliau menyoroti pentingnya pengembangan kompetensi dan inovasi generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan. Kegiatan seperti AITeC VIII menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengasah keterampilan, dan membangun jejaring dengan peserta dari berbagai daerah maupun negara.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar inovasi yang dihasilkan dapat dikembangkan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian dan perekonomian daerah.
Penyelenggaraan AITeC VIII di Polinela diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi vokasi sebagai mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia dan inovasi terapan. Kolaborasi yang terbangun melalui kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian terapan, dan pengembangan teknologi.
Melalui AITeC VIII 2026, Polinela menegaskan komitmennya untuk mendukung pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sejalan dengan tema yang diusung, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi vokasi yang kompeten dan siap berkontribusi dalam mewujudkan pertanian cerdas, produktif, serta berkelanjutan.





