Polinela, Selasa (29/09/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mendorong pengembangan teknologi tepat guna yang mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian sekaligus mendukung penerapan prinsip keberlanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui koordinasi, audiensi, dan inisiasi Project ICARE Teknologi Rumah Pengering Hybrid Bertenaga Surya dan Biopelet Berbasis Limbah untuk Peningkatan Mutu Kopi. Kegiatan dilaksanakan pada Senin (28/9).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Polinela dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian (Kementan), dalam pengembangan dan penerapan teknologi pengeringan hasil pertanian yang memanfaatkan sumber energi terbarukan serta limbah pertanian sebagai sumber energi alternatif.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Politeknik Negeri Lampung, dalam hal ini diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Iskandar Zulkarnain, S.T., M.T., didampingi Ketua Jurusan Teknik Ir. Kelik Istanto, S.T., M.T., Ketua Jurusan Teknologi Pertanian, Kurnia Rimadhanti Ningtyas, S.TP., M.Sc. dan Sekretaris Jurusan Teknik, Sekar Dwi Rizki, S.T., M.T. serta koordinasi turut dihadiri tim dari Kementerian Pertanian, yakni Rahmat Nur Madani, A.Md., Dwi Febriyantiastuti Suteja, A.Md.Si., Alfian Arif Azmi, S.E., Julfika Mustopa, dan Neka Setiadi.
Pembahasan dalam audiensi difokuskan pada pengembangan serta implementasi teknologi rumah pengering hybrid yang mengombinasikan pemanfaatan energi surya dengan biopelet berbasis limbah sebagai sumber energi. Konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan sistem pengeringan yang lebih efisien sekaligus mampu menjaga konsistensi proses pengeringan komoditas pertanian, khususnya kopi.
Bagi sektor perkebunan kopi, proses pengeringan merupakan salah satu tahapan penting yang berpengaruh terhadap mutu hasil pascapanen. Karena itu, pengembangan teknologi pengering yang mampu memberikan proses pengeringan lebih terkontrol dan efisien menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas produk pertanian.
Selain pemanfaatan energi surya, Project ICARE juga mengangkat potensi limbah pertanian sebagai sumber energi alternatif. Limbah yang selama ini berpotensi menjadi residu dapat diolah dan dimanfaatkan menjadi bahan bakar dalam bentuk briket maupun biopelet melalui teknologi yang sesuai.
Pendekatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi proses pengeringan, tetapi juga membuka peluang terciptanya nilai tambah dari limbah pertanian. Dengan demikian, teknologi yang dikembangkan diharapkan dapat mengintegrasikan aspek produktivitas, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah dalam satu sistem yang aplikatif.
Wakil Direktur Polinela Iskandar Zulkarnain, S.T., M.T., menyampaikan bahwa inisiasi Project ICARE menjadi bagian dari upaya Polinela memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menghadirkan solusi teknologi yang dapat diterapkan secara langsung di sektor pertanian.
“Polinela sebagai perguruan tinggi vokasi memiliki komitmen untuk mengembangkan teknologi yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga aplikatif dan dapat menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Melalui Project ICARE ini, kami melihat peluang untuk mengintegrasikan energi terbarukan, pemanfaatan limbah, dan teknologi pascapanen dalam mendukung peningkatan mutu komoditas kopi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Polinela Ir. Kelik Istanto, S.T., M.T., menekankan bahwa pengembangan rumah pengering hybrid juga menjadi ruang bagi penguatan kolaborasi antara bidang keteknikan dengan sektor pertanian.
Menurutnya, perpaduan antara teknologi energi surya, sistem pembakaran biopelet, dan teknologi pengeringan dapat dikembangkan menjadi solusi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha pertanian dan perkebunan.
Melalui sinergi dengan Kementerian Pertanian, Polinela mendorong agar pengembangan teknologi tersebut tidak berhenti pada tahap perancangan, tetapi dapat diarahkan pada pengujian, penyempurnaan, dan penerapan teknologi sesuai dengan kondisi serta kebutuhan pengguna di lapangan.
Project ICARE sekaligus memperkuat posisi pendidikan vokasi dalam proses hilirisasi inovasi. Kompetensi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dapat diintegrasikan dalam proses pengembangan teknologi sehingga menghasilkan inovasi yang memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, serta masyarakat.
Pengembangan rumah pengering hybrid berbasis energi surya dan biopelet juga sejalan dengan kebutuhan untuk mendorong pemanfaatan energi yang lebih efisien dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber energi alternatif memberikan peluang untuk mengurangi limbah sekaligus menghasilkan nilai ekonomi baru.
Koordinasi dan audiensi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi perguruan tinggi vokasi dan pemerintah untuk menghadirkan inovasi teknologi pertanian yang aplikatif. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan teknologi yang mendukung peningkatan mutu kopi, efisiensi proses pascapanen, serta pemanfaatan limbah pertanian secara produktif.
Melalui Project ICARE, Politeknik Negeri Lampung terus memperkuat komitmennya sebagai perguruan tinggi pendidikan vokasi yang responsif terhadap kebutuhan sektor pertanian, dengan mengembangkan inovasi berbasis teknologi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya sistem pertanian yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.





