Berita

Polinela Akselerasi Pengembangan Unit Bisnis dan Teaching Factory melalui Kolaborasi Strategis

Polinela, Senin (29/06/2026). Dalam upaya memperkuat transformasi pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menyelenggarakan Program Business Matching Unit Bisnis dan Teaching Factory.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis institusi dalam membangun sinergi antara proses pembelajaran berbasis praktik dengan kebutuhan industri melalui penguatan unit bisnis dan Teaching Factory (TEFA) sebagai pusat pembelajaran, produksi, inovasi, dan layanan profesional.

Program Business Matching tidak hanya menjadi forum pertemuan antara sivitas akademika dan mitra industri, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk menyelaraskan potensi yang dimiliki Polinela dengan kebutuhan pasar.

Mewakili Direktur Polinela, Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si., menegaskan bahwa pengembangan Teaching Factory merupakan salah satu pilar penting dalam implementasi pendidikan vokasi yang menempatkan industri sebagai mitra strategis dalam proses pembelajaran.

Menurutnya, paradigma pendidikan vokasi saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada penyampaian materi di ruang kelas, tetapi harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang identik dengan budaya kerja industri. Teaching Factory menjadi media bagi mahasiswa untuk belajar melalui proses produksi yang sesungguhnya dengan menerapkan standar mutu, produktivitas, efisiensi, serta profesionalisme sebagaimana diterapkan di dunia kerja.

“Teaching Factory merupakan bentuk nyata implementasi konsep learning by doing. Mahasiswa tidak hanya belajar menghasilkan sebuah produk atau jasa, tetapi juga memahami bagaimana sebuah proses bisnis dijalankan, mulai dari perencanaan, pengendalian mutu, pelayanan kepada pelanggan, hingga evaluasi terhadap hasil produksi. Inilah kompetensi yang dibutuhkan industri saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum, Iskandar Zulkarnain, S.T., M.T., menyampaikan bahwa keberhasilan Teaching Factory tidak terlepas dari tata kelola kelembagaan yang profesional, didukung pengelolaan keuangan yang sehat, serta optimalisasi aset dan sarana prasarana institusi.

“Teaching Factory harus dikelola dengan prinsip profesional, akuntabel, efisien, dan berkelanjutan. Ketika tata kelolanya baik, maka manfaatnya akan dirasakan secara luas, baik oleh mahasiswa sebagai sarana pembelajaran, dosen sebagai media pengembangan inovasi, maupun institusi dalam meningkatkan produktivitas dan kemandirian,” ungkap Iskandar.

Program Business Matching juga menghadirkan sesi diskusi dan penjajakan kerja sama antara pengelola unit bisnis, pengelola Teaching Factory, mitra industri, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.

Berbagai potensi kolaborasi yang dibahas meliputi pengembangan produk berbasis kebutuhan pasar, peningkatan kapasitas produksi, penerapan teknologi tepat guna, digitalisasi proses bisnis, pemasaran produk, hingga peluang investasi dalam pengembangan unit usaha berbasis pendidikan vokasi.

Melalui kegiatan ini, Polinela semakin menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan konsep link and match secara nyata. Kolaborasi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada penyediaan tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga pada penciptaan inovasi, penguatan ekosistem kewirausahaan, serta peningkatan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui kegiatan ini, Polinela semakin menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan konsep link and match secara nyata

Sebagai perguruan tinggi vokasi, Polinela terus berupaya mengembangkan Teaching Factory menjadi pusat unggulan (center of excellence) yang mampu mengintegrasikan pendidikan, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, dan aktivitas bisnis dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan, kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi Polinela dalam memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi mitra strategis industri dalam menciptakan solusi, inovasi, dan nilai tambah bagi kemajuan bangsa.