Polinela, Senin (18/05/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) resmi menjadi pusat perhatian ratusan pelajar tingkat SMA/SMK sederajat se-Provinsi Lampung. Melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Garda Kedisiplinan, Polinela sukses menyelenggarakan ajang bergengsi Garda Fair 2026.
Mengusung tema “Kreativitas tanpa batas dan bersatu untuk meraih keberhasilan”, kompetisi tahunan ini dirancang sebagai ruang sehat bagi generasi muda untuk menguji mental, kekompakan, dan ketangkasan.
Tercatat sebanyak 23 sekolah mengirimkan tim terbaik mereka untuk berlaga memperebutkan gelar juara. Setiap sekolah mengirimkan tim-tim terbaik mereka untuk berlaga dan memperebutkan gelar juara di area Kampus Polinela. Atmosfer kompetisi sudah terasa sejak awal penataan barisan. Para peserta siap bertanding dalam empat cabang lomba yang penuh gengsi dan menguras energi, yaitu Lomba Peraturan Baris Berbaris Variasi Formasi (LPBB VARFOR), Lomba Formasi Pengibaran Bendera (LFPB), Joget Komando (JOKOM), serta lomba Yel-Yel yang dinamis.
Ajang kompetisi ini dibuka secara resmi melalui prosesi simbolis pemukulan gong oleh Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Lampung, Asrul Tristianto, S.T., M.T., yang hadir secara langsung mewakili Gubernur Lampung.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asrul, Gubernur Lampung memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran panitia dan keluarga besar Polinela yang konsisten menginisiasi kegiatan positif bagi remaja.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Garda Kedisiplinan Politeknik Negeri Lampung yang telah menghadirkan kegiatan positif seperti ini. Ajang ini mampu menggabungkan kedisiplinan, kreativitas, kekompakan, dan sportifitas dalam satu ruang yang sehat bagi generasi muda,” ujar Asrul saat membacakan sambutan Gubernur Lampung.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya pembentukan mental kedisiplinan di tengah gempuran modernisasi. Menurutnya, kompetisi bukan sekadar urusan menang atau kalah, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang tangguh.
“Generasi muda Lampung harus siap menghadapi perubahan era dengan karakter yang kuat,” tegasnya.
Pembina UKM Garda Kedisiplinan Polinela, Jamaludin Adimiharja, S.Tr.P., M.Si., menegaskan dukungan penuh pihak institusi terhadap kreativitas mahasiswa dalam mengelola event berskala provinsi yang mampu menyatukan potensi pelajar se-Lampung.
Melalui Garda Fair 2026, Polinela tidak hanya bertindak sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai motor penggerak yang menjembatani para pelajar untuk saling bertukar kreativitas dan mempererat tali persaudaraan. Selama kompetisi berlangsung, atmosfer Kampus Polinela dipenuhi oleh semangat kompetitif yang sehat, di mana setiap sekolah siap membuktikan bahwa mereka adalah yang terbaik dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.







