Polinela, Selasa (14/07/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang berdaya saing global melalui partisipasi dosen pada program pelatihan internasional.
Salah satu dosen Polinela, Syaiful Mansur, S.T., M.Eng., dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika, Jurusan Teknologi Informasi, terpilih mengikuti program pelatihan bertajuk “Intelligent Manufacturing for the Future – Jointly Cultivating Craftsmanship Spirit: A Program for Developing Teaching Competence of Indonesian University Teachers in the Field of Industrial Robotics” yang diselenggarakan di Liming Vocational University, Tiongkok, pada 8–17 Juni 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama pengembangan kapasitas dosen vokasi antara institusi pendidikan tinggi Indonesia dan Tiongkok dalam bidang manufaktur cerdas, otomasi, dan robotika industri. Mengusung tema “Creating an Intelligent Future, Cultivating the Spirit of Craftsmanship”, pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi industri modern sekaligus mendukung transformasi pendidikan vokasi menuju era Industri 4.0.
Selama mengikuti pelatihan, para peserta memperoleh pembelajaran mengenai perkembangan terbaru di bidang industrial robotics, intelligent manufacturing, sistem otomasi, integrasi teknologi digital dalam proses produksi, hingga praktik pembelajaran berbasis industri yang diterapkan di Tiongkok. Selain peningkatan kompetensi teknis, kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran pengalaman dan penguatan jejaring akademik internasional antarlembaga pendidikan vokasi.
Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terpilihnya dosen Polinela dalam program internasional tersebut. Menurutnya, keikutsertaan dosen pada pelatihan berskala global merupakan bagian dari strategi Polinela dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Partisipasi dosen dalam pelatihan internasional menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi akademik dan profesional. Pengetahuan, pengalaman, serta jejaring yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran, pengembangan kurikulum, maupun riset terapan sehingga mampu menghasilkan lulusan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi industri,” ujar Direktur Polinela.
Sementara itu, Syaiful Mansur mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga, tidak hanya dalam memahami perkembangan teknologi manufaktur cerdas, tetapi juga dalam membangun kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi vokasi di Tiongkok.
“Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya mempelajari teknologi terbaru di bidang robotika industri dan intelligent manufacturing, tetapi juga membangun jejaring akademik dengan Liming Vocational University. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh akan kami implementasikan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, pengembangan kurikulum, serta riset terapan di Politeknik Negeri Lampung,” ungkapnya.
Keikutsertaan dosen Polinela dalam program ini diharapkan mampu memperkuat proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada mahasiswa, khususnya pada Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika, sekaligus mendukung pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Polinela dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang inovatif, berorientasi pada teknologi, serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan transformasi industri global.
Selain Politeknik Negeri Lampung, program pelatihan internasional ini juga diikuti oleh dosen dari sejumlah perguruan tinggi vokasi di Indonesia, yaitu Politeknik Negeri Malang (Polinema), Politeknik Negeri Madura (Poltera), Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung), dan Politeknik Negeri Samarinda (Poltek Samarinda).
Kehadiran berbagai institusi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi internasional serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi Indonesia di tingkat global.






