Polinela, Senin (15/06/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus menujukkan komitmen dan kinerjanya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat daya saing lulusan pendidikan vokasi melalui program kerjasama internasional, kali ini di fokus pada pengembangan kompetensi global dosen di tingkat internasional di Tiongkok.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengirimkan salah satu dosennya untuk mengikuti program pelatihan bertaraf internasional bertajuk “Chinese + Vocational Skills” Modern Manufacturing Technology Training Program for Indonesian Teachers yang diselenggarakan oleh Lanzhou Vocational Technical College, Tiongkok, pada 18–28 Mei 2026.
Menurut Wakil Direktur bidang Kerja Sama Polinela, Eko Win Kenali, S.Kom., M.Cs., Pelaksanaan program dan kegiatan ini berada di bawah naungan dan manajemen konsorsium China-Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA), dimana Polinela merupakan salah satu dari 9 (sembilan) politeknik negeri yang telah menjadi anggota resmi sejak tahun 2025.
Eko Win Kenali menjelaskan, bahwa program pelatihan bidang manufaktur yang dilaksanakan di kampus mitra Lanzhou Vocational Technical College, diikuti oleh enam tenaga pendidik vokasi terbaik dari berbagai politeknik di Indonesia yang telah melalui proses seleksi, dan salah satunya adalah dosen Polinela, yaitu bapak Alexander Sembiring, dosen program studi Teknologi Rekayasa Otomotif, Jurusan Teknik.
Menurut Eko Win Kenali, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya implementasi kerjasama dan kolaborasi pendidikan vokasi antara Indonesia dan Tiongkok sekaligus implementasi program peningkatan pendidikan vokasi Indonesia (Indonesia Vocational Education Enhancement Program/ICVEEP). Dan juga ada beberapa dosen Politeknik Negeri Lampung yang mengikuti kegiatan serupa namun bidang lain, seperti agriculture, engineering, dan robotic yang diselenggarakan di kampus mitra berbeda di Tiongkok.

Melalui program ini, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari perkembangan terbaru teknologi manufaktur modern yang diterapkan di industri dan institusi pendidikan vokasi Tiongkok. Pelatihan dipusatkan di School of Intelligent Manufacturing and Equipment, salah satu pusat unggulan pengembangan manufaktur cerdas di Lanzhou Vocational Technical College.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai regulasi keselamatan operasional serta praktik dasar pengoperasian Mesin Bubut CNC (Computer Numerical Control Lathe). Selain memahami konsep dan standar keselamatan kerja industri, peserta juga mengikuti praktik pemrograman dan permesinan CNC secara langsung melalui berbagai proyek manufaktur, mulai dari pembuatan komponen poros bertingkat sederhana (simple stepped shaft parts), komponen dengan fitur busur (arc feature parts), komponen dengan fitur alur (groove feature parts), hingga pembuatan komponen ulir luar (external thread parts).


Menurut bapak Alexander Sembiring, pengalaman tersebut memberikan wawasan mendalam mengenai proses manufaktur presisi tinggi yang saat ini menjadi kebutuhan utama dunia industri modern. Kompetensi yang diperoleh diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pembelajaran praktik, pengembangan kurikulum berbasis industri, serta penguatan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja global di kampus Politeknik Negeri Lampung.
Selain penguatan kompetensi teknis, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan pertukaran budaya yang bertujuan memperluas wawasan internasional dan mempererat hubungan antarbangsa. Kegiatan tersebut meliputi pembelajaran Kaligrafi Tiongkok, Seni Memotong Kertas (Chinese Paper Cutting), latihan senam kesehatan tradisional Baduanjin, seni keramik (Pottery Art), seni cetak gosok (Rubbing Art), budaya teh Tiongkok, pengenalan Opera Peking, budaya pernikahan tradisional Tiongkok, hingga kunjungan edukatif ke Museum Provinsi Gansu.
Partisipasi dosen Polinela dalam program ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi pengembangan institusi. Hasil pelatihan akan diimplementasikan dalam proses pembelajaran melalui integrasi teknologi manufaktur modern ke dalam kurikulum, khususnya pada pemanfaatan perangkat lunak Computer-Aided Design (CAD) dan Computer-Aided Manufacturing (CAM) yang menjadi standar industri manufaktur masa kini.
Dalam bidang riset terapan, pengetahuan yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan prototipe dan spesimen uji pada penelitian rekayasa mekanika struktur serta analisis getaran mesin.
Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si. menyampaikan bahwa keterlibatan dosen dalam program internasional merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
Dibidang kerja sama khususnya level internasional, Polinela berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi aktif, membangun program kerja berkualitas bersama anggota CITIEA serta jejaring politeknik se-Indonesia yang tergabung dalam konsorsium.
“Melalui kegiatan upskilling internasional seperti ini, Polinela terus mendorong dosen untuk memperluas kompetensi, memperkuat jejaring global, serta membawa praktik-praktik terbaik dunia industri ke dalam proses pembelajaran. Harapannya, kompetensi yang diperoleh dapat ditransfer kepada mahasiswa dan sivitas akademika sehingga kualitas lulusan Polinela semakin unggul dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, dosen peserta program akan melaksanakan kegiatan knowledge sharing, seminar, dan lokakarya internal kepada dosen serta instruktur laboratorium di lingkungan Polinela, guna mendiseminasikan ilmu pengetahuan dan praktik yang didapat oleh dosen peserta pelatihan, tentang perkembangan teknologi manufaktur modern dan tren industri manufaktur cerdas yang dipelajari selama berada di Tiongkok.
Melalui partisipasi aktif dalam program internasional ini, Polinela kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi vokasi yang terus berinovasi, memperkuat kolaborasi global, serta menghasilkan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi era industri berbasis teknologi dan manufaktur cerdas.
sumber: Humas/Adi/Polinela





