Berdampak Berita

Reputasi Polinela dalam Praktik Baik Pengelolaan Teaching Factory dan OBE jadi Rujukan Polbangtan Manokwari

Polinela, Senin (22/06/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menerima kunjungan benchmarking dari Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari (Polbangtan Manokwari) pada Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan yang difasilitasi oleh Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (PPMPP) Polinela.

Kegiatan ini menjadi sarana berbagi praktik baik sekaligus memperkuat sinergi antarperguruan tinggi vokasi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari jajaran pimpinan Polinela dan perwakilan Polbangtan Manokwari. Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi mewarnai pertemuan yang bertujuan untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, serta mengembangkan berbagai strategi inovatif dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi.

Dalam sambutannya, pihak Polinela menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Polbangtan Manokwari yang memilih Polinela sebagai salah satu institusi tujuan benchmarking. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat jejaring antarperguruan tinggi vokasi serta mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui pertukaran pengalaman dan praktik terbaik yang telah diterapkan masing-masing institusi.

Sesi pertama kegiatan diisi dengan pemaparan mengenai Optimalisasi Kegiatan Teaching Factory (TEFA) yang disampaikan oleh Ketua Jurusan Perkebunan bersama Kepala PTPU Polinela. Pada kesempatan tersebut dijelaskan berbagai strategi pengelolaan Teaching Factory sebagai model pembelajaran berbasis praktik yang mengintegrasikan proses pendidikan dengan aktivitas produksi dan layanan yang sesuai dengan standar industri.

Melalui implementasi Teaching Factory, mahasiswa tidak hanya memperoleh kompetensi teknis sesuai bidang keahlian, tetapi juga mendapatkan pengalaman kerja nyata yang mampu meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja. Selain itu, TEFA juga berperan sebagai sarana pengembangan unit produksi pendidikan yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan kemandirian institusi.

Sebagai tindak lanjut dari sesi pemaparan, rombongan Polbangtan Manokwari melakukan kunjungan lapangan ke Teaching Factory Jurusan Perkebunan dan Jurusan Peternakan Polinela. Dalam kunjungan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung penerapan pembelajaran berbasis industri, pengelolaan fasilitas praktik, sistem operasional unit produksi, serta berbagai inovasi yang telah dikembangkan untuk mendukung proses pendidikan vokasi yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan sektor industri.

Memasuki sesi siang hari, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai Manajemen Pengelolaan Pendidikan Vokasi dan Outcome-Based Education (OBE) yang disampaikan oleh Wakil Direktur Bidang Akademik Polinela. Materi ini menekankan pentingnya pengelolaan pendidikan yang berfokus pada capaian pembelajaran lulusan, penguatan kompetensi, serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan perkembangan teknologi.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa penerapan Outcome-Based Education menjadi salah satu pendekatan strategis dalam memastikan setiap proses pembelajaran mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi terukur, relevan, dan sesuai dengan tuntutan pasar kerja. Pendekatan ini juga menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Kegiatan benchmarking kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif dan konstruktif. Berbagai topik strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari penguatan sistem penjaminan mutu, implementasi Outcome-Based Education, pengembangan Teaching Factory, hingga berbagai tantangan dan peluang dalam pengelolaan pendidikan vokasi di era transformasi industri.

Melalui kegiatan ini, Polinela kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi vokasi yang terbuka terhadap kolaborasi dan pertukaran pengetahuan. Sinergi yang terjalin antara Polinela dan Polbangtan Manokwari diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program kerja sama yang mendukung peningkatan mutu pendidikan, pengembangan inovasi pembelajaran, serta penguatan kapasitas kelembagaan.

Dengan semangat kolaborasi dan berbagi praktik baik, kedua institusi diharapkan mampu bersama-sama menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, serta siap menghadapi tantangan dan kebutuhan dunia kerja di masa depan.