Kegiatan

Polinela Perkuat Relevansi Pendidikan Vokasi melalui Sinkronisasi Kurikulum Bersama Industri

Polinela, Kamis (22/10/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi vokasi dan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri (DUDI) melalui kegiatan sinkronisasi kurikulum yang menjadi salah satu rangkaian BizConnect Event 2026.

Kegiatan ini mempertemukan seluruh ketua jurusan dan koordinator program studi di lingkungan Polinela dengan perwakilan industri terkait sebagai upaya menyelaraskan kompetensi pembelajaran, capaian lulusan, dan kebutuhan nyata dunia kerja.

Kegiatan ini mempertemukan seluruh ketua jurusan dan koordinator program studi di lingkungan Polinela dengan perwakilan industri terkait sebagai upaya menyelaraskan kompetensi pembelajaran, capaian lulusan, dan kebutuhan nyata dunia kerja.

Kegiatan sinkronisasi kurikulum ini merupakan bagian dari komitmen Polinela dalam mengembangkan pendidikan tinggi vokasi yang adaptif terhadap perubahan teknologi, perkembangan sektor industri, serta dinamika kebutuhan tenaga kerja.

Melalui forum kolaboratif tersebut, perguruan tinggi dan industri memiliki ruang untuk bertukar pandangan, mengidentifikasi kebutuhan kompetensi, serta membangun kesepahaman mengenai arah pengembangan kurikulum yang relevan dengan perkembangan dunia profesional.

Direktur Polinela, dalam hal ini diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si., menyampaikan sambutan sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi dan industri dalam memastikan relevansi penyelenggaraan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam sambutannya, Didik Kuswadi menekankan bahwa pendidikan vokasi memiliki karakteristik yang menuntut keterhubungan erat antara proses pembelajaran di perguruan tinggi dan praktik profesional di industri. Oleh karena itu, kurikulum perlu terus dievaluasi dan dikembangkan dengan mempertimbangkan perubahan kebutuhan kompetensi, perkembangan teknologi, serta standar yang diterapkan oleh dunia usaha dan dunia industri.

Menurutnya, keterlibatan industri dalam proses sinkronisasi kurikulum menjadi salah satu elemen penting untuk memastikan bahwa kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa tetap relevan dengan kebutuhan lapangan. Masukan dari industri diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi jurusan dan program studi dalam menyempurnakan materi pembelajaran, metode praktik, serta pengembangan keterampilan yang dibutuhkan lulusan ketika memasuki dunia kerja.

Kehadiran seluruh ketua jurusan dan koordinator program studi di lingkungan Polinela menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Setiap jurusan dan program studi memiliki karakteristik keilmuan, bidang kompetensi, serta kebutuhan pembelajaran yang berbeda. Karena itu, dialog langsung dengan industri yang relevan diperlukan agar pengembangan kurikulum dapat mempertimbangkan kebutuhan spesifik masing-masing bidang sekaligus mengikuti arah perkembangan sektor usaha.

Melalui kemitraan yang semakin erat, Polinela membuka peluang pengembangan berbagai bentuk kolaborasi dengan industri, antara lain keterlibatan praktisi sebagai pengajar tamu, penyediaan tempat praktik kerja lapangan dan magang, pengembangan proyek berbasis kasus industri, serta pembaruan materi pembelajaran sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan sektor usaha. Bentuk kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi mahasiswa.

Sinkronisasi kurikulum juga menjadi bagian dari upaya Polinela memperkuat daya saing lulusan. Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, lulusan pendidikan vokasi dituntut tidak hanya menguasai keterampilan teknis sesuai bidang keahlian, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, kedisiplinan, kreativitas, pemecahan masalah, dan kesiapan beradaptasi dengan lingkungan profesional.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi vokasi dan dunia industri, Polinela terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing. Upaya ini sekaligus mempertegas peran Polinela sebagai perguruan tinggi vokasi yang mengedepankan pembelajaran berbasis kompetensi, memperkuat relevansi kurikulum, serta menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri dan mendukung pembangunan daerah maupun nasional.