Polinela, Kamis (22/10/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI) melalui penyelenggaraan BizConnect Event 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Polinela.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membangun dialog, memperluas jejaring kemitraan, serta menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Mengusung pendekatan kolaboratif antara lembaga pendidikan dan sektor swasta, BizConnect Event 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan yang diawali dengan Opening Ceremony, dilanjutkan Session I — High-Level Panel Discussion. Kegiatan ini melibatkan pimpinan Polinela, perwakilan program pendidikan tinggi, pemangku kepentingan, serta mitra dari dunia usaha dan industri.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur Bidang Akademik Polinela, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si., bersama Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si., yang mewakili Direktur Polinela. Turut hadir Christian Lanang Laut, Pelaksana Pemantauan dan Evaluasi untuk Paket Konektivitas Berkelanjutan Uni Eropa–ASEAN melalui Program Pendidikan Tinggi (SCOPE-HE) di bawah Nuffic Asia Tenggara. Sementara itu, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom. Acara ini juga dihadiri para ketua jurusan Polinela serta perwakilan dunia usaha dan dunia industri.

Dalam sambutan Direktur Polinela yang diwakili Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, disampaikan bahwa BizConnect Event 2026 merupakan momentum penting untuk mempertemukan kebutuhan dunia pendidikan dengan dinamika dunia kerja. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi dan industri perlu terus diperkuat agar proses pembelajaran menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi relevan, mampu beradaptasi, serta siap menghadapi perubahan.
“Kegiatan ini bukan hanya forum pertemuan, melainkan ruang untuk membangun hubungan yang lebih erat antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Saat ini dunia kerja mengalami perubahan yang sangat cepat melalui transformasi digital,” ujarnya.
Didik menjelaskan, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence), otomatisasi industri, dan ekonomi hijau telah mengubah proses bisnis sekaligus memengaruhi jenis kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Kondisi tersebut menuntut pendidikan vokasi untuk terus memperbarui pendekatan pembelajaran agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
“Pendidikan vokasi bukan hanya memberikan teori dan keterampilan, tetapi juga menyiapkan lulusan yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, bekerja dalam tim, serta memahami dan menyelesaikan masalah,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan dunia usaha dan industri memiliki peran strategis dalam memberikan masukan mengenai kebutuhan kompetensi, perkembangan teknologi, serta standar profesional yang diperlukan di dunia kerja. Melalui kemitraan yang kuat, pendidikan vokasi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan siap kerja, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi industri.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Christian Lanang Laut yang memperkenalkan konteks BizConnect sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi (Technical and Vocational Education and Training atau TVET) dengan sektor swasta melalui program SCOPE-HE Uni Eropa–ASEAN.
Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan sesi Introduction to BizConnect Programme yang menjelaskan konsep, tujuan, mekanisme pelaksanaan, agenda kegiatan, serta hasil yang diharapkan. Program BizConnect dirancang untuk menjembatani kebutuhan lembaga pendidikan vokasi dan sektor swasta melalui dialog yang lebih terstruktur, identifikasi peluang kemitraan, serta penyusunan langkah kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti.
Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (P2MPP) Polinela sekaligus Ketua Pelaksana BizConnect Event 2026, Rusmianto, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dan industri, terutama dalam menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan nyata perusahaan.
“Harapannya, lulusan Polinela memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Jadi, mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan di Polinela memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” ungkapnya.
Ia berharap keterlibatan industri dalam pengembangan kompetensi dan proses pembelajaran dapat meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja serta mempercepat transisi dari pendidikan ke pekerjaan.
Agenda utama berikutnya adalah Session I — High-Level Panel Discussion, yang membahas isu-isu strategis terkait transformasi digital, energi berkelanjutan, kompetensi tenaga kerja masa depan, kesiapan industri, serta penguatan kolaborasi antara pendidikan vokasi dan dunia usaha serta dunia industri.
Diskusi panel menghadirkan perwakilan industri dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Louis Dreyfus Company (LDC), dan PT Arga Bumi Indonesia. Para panelis berbagi perspektif mengenai perkembangan sektor industri, kebutuhan kompetensi tenaga kerja, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama perguruan tinggi vokasi.

Melalui diskusi dan sesi tanya jawab interaktif, peserta memperoleh kesempatan untuk menggali informasi langsung dari praktisi mengenai tantangan industri, perkembangan teknologi, dan kebutuhan sumber daya manusia. Pertukaran perspektif ini diharapkan menjadi masukan bagi Polinela dalam meningkatkan relevansi pembelajaran, memperkuat kompetensi mahasiswa, serta mengembangkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan dunia profesional.
Bagi Polinela sebagai perguruan tinggi pendidikan vokasi, forum tersebut menjadi kesempatan penting untuk mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis industri. Transformasi digital dan energi berkelanjutan menjadi pengingat bahwa lulusan tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, bekerja sama, dan memahami prinsip keberlanjutan.
Melalui BizConnect Event 2026, Polinela menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan industri, meningkatkan mutu pendidikan vokasi, serta mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan pendidikan yang semakin relevan dengan kebutuhan industri sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kemajuan dunia kerja.





