Berita

Polinela Perkuat Penerapan K3, Dorong Budaya Keselamatan di Laboratorium, Bengkel, dan Lahan Praktik

Polinela, Kamis (29/10/2026).Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan vokasi yang aman, sehat, dan berkelanjutan melalui penyelenggaraan pelatihan penguatan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini berfokus pada penyusunan dokumen K3 serta implementasi budaya keselamatan dan kesehatan kerja dalam berbagai aktivitas di lingkungan kampus.

Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan vokasi yang aman, sehat, dan berkelanjutan melalui penyelenggaraan pelatihan penguatan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Pelatihan tersebut menjadi langkah strategis Polinela untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya penerapan prinsip K3 secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan. Penguatan K3 juga menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan vokasi yang memiliki karakteristik pembelajaran berbasis praktik, pemanfaatan laboratorium, penggunaan peralatan bengkel, serta kegiatan pembelajaran di lahan praktik.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Polinela, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., bersama jajaran pimpinan, yaitu Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si.; Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Eko Win Kenali, S.Kom., M.Cs.; serta Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Direktur Polinela, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan sistem K3 merupakan bagian penting dari upaya institusi dalam membangun lingkungan kampus yang memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh sivitas akademika.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Direktur Polinela, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan sistem K3 merupakan bagian penting dari upaya institusi dalam membangun lingkungan kampus yang memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh sivitas akademika.

“Polinela berkomitmen untuk terus memperkuat Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja melalui penyusunan dokumen yang sistematis serta implementasi budaya K3 dalam setiap aktivitas di lingkungan kampus. Keselamatan harus menjadi kesadaran dan tanggung jawab bersama, terutama dalam kegiatan pembelajaran yang melibatkan laboratorium, bengkel, dan lahan praktik,” ujar Dr. Dwi Puji Hartono.

Ia menambahkan, penerapan K3 perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari tata kelola institusi, bukan sekadar pemenuhan persyaratan administratif. Menurutnya, dokumen dan prosedur keselamatan harus diikuti dengan penerapan nyata dalam aktivitas sehari-hari agar mampu memberikan perlindungan optimal serta mendukung kelancaran proses pembelajaran dan pelayanan pendidikan.

Melalui penguatan tersebut, Polinela mendorong seluruh unsur kampus untuk membangun pola pikir dan perilaku yang mengutamakan keselamatan, mulai dari mengenali potensi bahaya, memahami prosedur kerja, menggunakan peralatan sesuai ketentuan, hingga menjaga lingkungan kerja dan belajar tetap aman serta tertib.

Materi pertama disampaikan oleh Guguh Prakoso Utomo, S.Kep., M.Kes., yang membahas implementasi budaya K3 di laboratorium, bengkel, dan lahan praktik. Materi ini relevan dengan karakteristik pendidikan tinggi vokasi yang menempatkan kegiatan praktik sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa.

Dalam penerapannya, budaya K3 membutuhkan pemahaman terhadap prosedur operasional, kemampuan mengidentifikasi potensi bahaya, kedisiplinan menggunakan alat pelindung diri sesuai kebutuhan, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan dalam setiap kegiatan. Penerapan prinsip-prinsip tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan kerja maupun insiden selama kegiatan pembelajaran praktik berlangsung.

Selain aspek teknis, pembentukan budaya K3 juga memerlukan keterlibatan seluruh warga kampus. Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta pengelola fasilitas memiliki peran masing-masing dalam memastikan prosedur keselamatan dipahami dan diterapkan secara konsisten. Dengan demikian, keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu atau unit tertentu, tetapi menjadi bagian dari budaya bersama di lingkungan Polinela.

Sesi berikutnya menghadirkan pemateri dari bidang kesejahteraan kampus Universitas Indonesia yang mengikuti kegiatan secara daring. Perspektif dari perguruan tinggi tersebut melengkapi pembahasan mengenai penguatan sistem keselamatan, pengelolaan lingkungan kampus, serta pentingnya mengintegrasikan aspek keselamatan dan kesejahteraan ke dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Penyelenggaraan secara hybrid memberikan fleksibilitas bagi peserta untuk mengikuti pelatihan melalui pertemuan langsung maupun daring. Format ini sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan sistem K3 yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lingkungan perguruan tinggi.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari pelatihan, kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Penandatanganan tersebut menjadi penegasan atas pentingnya kesepahaman dan tanggung jawab bersama dalam mendukung penerapan budaya K3 di lingkungan Polinela.

Melalui kegiatan ini, Polinela diharapkan semakin memperkuat sistem K3, baik dari sisi penyusunan dokumen, penerapan prosedur, maupun pembentukan perilaku yang berorientasi pada keselamatan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya institusi untuk memastikan fasilitas dan kegiatan pembelajaran praktik dapat dikelola dengan memperhatikan aspek keamanan, kesehatan, dan pencegahan risiko.

Ke depan, Polinela terus mendorong agar prinsip keselamatan dan kesehatan kerja menjadi bagian yang melekat dalam tata kelola kampus dan pelaksanaan pendidikan vokasi. Dengan sistem yang terencana serta budaya keselamatan yang diterapkan secara konsisten, Polinela berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, pelayanan, serta kompetensi lulusan.