Berita

Polinela Kembangkan Kurikulum Magister Terapan yang Adaptif Hadapi Tantangan Agribisnis Masa Depan

Polinela, Jum’at (24/07/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang unggul dan relevan dengan perkembangan zaman melalui penyelenggaraan Workshop Kurikulum Program Magister Terapan bertema “Transformasi Inovasi Agribisnis Modern untuk Ketahanan Pangan dan Sustainable Development Goals (SDGs)”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Sidang Utama Polinela dan menjadi langkah strategis dalam menyusun kurikulum yang adaptif terhadap dinamika dunia agribisnis modern.

Workshop menghadirkan dua akademisi dan pakar agribisnis nasional, yakni Prof. Dr. Ir. Dwi Rachmina, M.Si. dan Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S., yang memberikan pandangan mengenai arah pengembangan pendidikan magister terapan berbasis inovasi, teknologi, serta kebutuhan sektor agribisnis di masa depan. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tim penyusun kurikulum, serta pemangku kepentingan internal Polinela yang terlibat dalam pengembangan Program Magister Terapan.

Workshop ini merupakan bagian dari upaya Polinela dalam menyusun kurikulum yang berorientasi pada Outcome-Based Education (OBE), sejalan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Melalui diskusi, pemaparan materi, dan sesi penyelarasan kurikulum, para peserta membahas berbagai aspek strategis, mulai dari capaian pembelajaran lulusan, profil kompetensi, struktur mata kuliah, hingga integrasi inovasi agribisnis modern yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan nasional dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum yang berkualitas menjadi fondasi utama dalam menghasilkan lulusan magister terapan yang memiliki kompetensi unggul, inovatif, dan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan di sektor agribisnis.

“Melalui workshop ini, Polinela berkomitmen menghadirkan kurikulum yang tidak hanya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, dunia industri, serta tantangan pembangunan pertanian berkelanjutan. Program Magister Terapan ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang adaptif, profesional, dan memiliki kapasitas dalam menciptakan inovasi agribisnis modern untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Direktur.

Sementara itu, para narasumber menekankan pentingnya kurikulum yang responsif terhadap transformasi sektor pertanian dan agribisnis. Penguatan aspek inovasi, digitalisasi, kewirausahaan, riset terapan, serta kolaborasi dengan dunia industri dinilai menjadi faktor penting dalam menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, Polinela semakin menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi vokasi yang terus berinovasi dalam pengembangan pendidikan pascasarjana. Kurikulum yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi landasan bagi penyelenggaraan Program Magister Terapan yang berkualitas, adaptif, serta berkontribusi nyata dalam mendorong transformasi agribisnis modern, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).