Berdampak Berita SDGs

Polinela Dukung Ketahanan Pangan Nasional Melalui Kolaborasi Pengembangan Pangan Darurat Bersama BRIN dan Unila

Polinela, Rabu (22/07/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Pusat Riset Biomedis, Organisasi Riset Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila).

Kerja sama tersebut mengusung tema “Pengembangan Inovasi Formulasi Pangan Darurat Berbahan Dasar Tepung Singkong Termodifikasi untuk Memenuhi Ketahanan dan Kebutuhan Gizi Kelompok Rentan di Daerah Bencana.” Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan kapasitas riset, keilmuan, dan teknologi guna menghasilkan inovasi pangan darurat yang bergizi, aman, mudah didistribusikan, serta memanfaatkan potensi sumber daya lokal Indonesia.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Prof. Dr. Sunarno, M.Si.Med., Profesor Riset sekaligus Kepala Pusat Riset Biomedis BRIN yang memiliki kepakaran di bidang mikrobiologi molekuler dan biomedik, mewakili Pusat Riset Biomedis Organisasi Riset Kesehatan BRIN. Dari Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, penandatanganan dilakukan oleh Dr. dr. Evi Kurniawaty, S.Ked., M.Sc., selaku Dekan Fakultas Kedokteran Unila. Sementara dari Politeknik Negeri Lampung, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si.

Direktur Polinela, Dr. Dwi Puji Hartono, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen Polinela dalam mendukung pengembangan inovasi berbasis potensi lokal yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Menurutnya, singkong sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pangan darurat yang tidak hanya memiliki daya simpan tinggi, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan saat terjadi bencana.

“Melalui sinergi antara perguruan tinggi vokasi, perguruan tinggi akademik, dan lembaga riset nasional, kami optimistis akan lahir inovasi yang aplikatif, berkelanjutan, dan mampu mendukung program ketahanan pangan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ujarnya.

Kerja sama ini juga menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin dalam pelaksanaan penelitian, pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, publikasi ilmiah, serta hilirisasi hasil riset yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah.

Bagi Polinela, keterlibatan dalam kerja sama ini selaras dengan perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang terus mendorong pengembangan inovasi berbasis sumber daya pertanian lokal. Melalui dukungan keahlian di bidang teknologi pangan, pertanian, dan rekayasa, Polinela siap berkontribusi dalam menghasilkan formulasi pangan darurat yang memiliki nilai gizi optimal, efisien diproduksi, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Kolaborasi antara BRIN, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, dan Politeknik Negeri Lampung diharapkan mampu menghasilkan inovasi pangan darurat yang berkualitas, meningkatkan pemanfaatan tepung singkong termodifikasi sebagai bahan pangan fungsional, serta mendukung agenda nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan, kemandirian inovasi, dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.