Polinela, Kamis (11/06/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melaksanakan Workshop Peningkatan Pembelajaran Pendidikan Vokasi Berbasis Praktik dan Kolaborasi Industri yang diikuti oleh para dosen di lingkungan Polinela. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam memperkuat kapasitas dosen untuk mengembangkan model pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan industri.
Melalui workshop ini, para peserta memperoleh pemahaman dan wawasan mengenai strategi implementasi pembelajaran vokasi yang menitikberatkan pada pengalaman praktik nyata, project-based learning, serta kolaborasi yang berkelanjutan dengan mitra industri.
Direktur Politeknik Negeri Lampung, dalam hal ini diwakili oleh, Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya ditentukan oleh kurikulum yang baik, tetapi juga oleh kemampuan dosen dalam menghadirkan proses pembelajaran yang kontekstual dan sesuai dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.
“Pembelajaran vokasi harus mampu memberikan pengalaman belajar yang nyata kepada mahasiswa melalui praktik yang relevan dengan kondisi dunia kerja. Oleh karena itu, kolaborasi dengan industri menjadi salah satu kunci utama dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi. Melalui workshop ini, saya berharap para dosen dapat memperkuat kompetensi dalam merancang pembelajaran yang lebih inovatif dan berorientasi pada kebutuhan industri,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Polinela terus berupaya memperkuat implementasi konsep link and match antara perguruan tinggi vokasi dan dunia industri guna mendukung peningkatan kualitas lulusan sekaligus pencapaian berbagai indikator kinerja institusi.
Pada kesempatan tersebut, workshop menghadirkan narasumber dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Nunung Martina, S.T., M.Si., yang menyampaikan materi mengenai pengembangan pembelajaran pendidikan vokasi berbasis praktik dan kolaborasi industri.
Dalam paparannya, Nunung Martina menjelaskan bahwa pendidikan vokasi harus dirancang dengan pendekatan yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran melalui aktivitas praktik, penyelesaian proyek nyata, studi kasus industri, dan pengalaman belajar yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia kerja.
“Perguruan tinggi vokasi perlu membangun kemitraan yang kuat dengan industri agar proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga mampu memberikan pengalaman kerja yang autentik kepada mahasiswa. Dengan demikian, lulusan memiliki kompetensi teknis maupun soft skills yang sesuai dengan tuntutan industri saat ini,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penyusunan kurikulum yang fleksibel, pengembangan metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), serta keterlibatan praktisi industri dalam proses pembelajaran sebagai upaya meningkatkan relevansi pendidikan vokasi.
Melalui sesi diskusi dan berbagi praktik baik yang berlangsung interaktif, para dosen mendapatkan kesempatan untuk bertukar pengalaman serta mengeksplorasi berbagai strategi pembelajaran yang dapat diterapkan pada masing-masing program studi. Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi pembelajaran yang lebih efektif dan berdampak langsung terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa.
Dengan terselenggaranya workshop ini, Politeknik Negeri Lampung semakin mempertegas komitmennya sebagai perguruan tinggi vokasi yang unggul dalam menghasilkan lulusan berkualitas, berkarakter, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Penguatan kapasitas dosen melalui berbagai program pengembangan profesional diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing global.





