Polinela, Kamis (16/04/2026). Upaya memperkuat sinergi internal dan membangun citra institusi yang unggul terus dilakukan oleh Politeknik Negeri Lampung (Polinela). Salah satunya melalui peran aktif Dharma Wanita Persatuan (DWP) Polinela yang menggelar seminar bertajuk “Peran Dharma Wanita Polinela dalam Mendukung Kinerja dan Citra Positif Institusi.” Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menegaskan posisi Dharma Wanita sebagai elemen strategis dalam ekosistem perguruan tinggi.

Seminar yang berlangsung dengan suasana hangat, penuh semangat, dan partisipatif ini dihadiri oleh jajaran pengurus serta anggota Dharma Wanita Polinela. Tidak hanya sebagai forum seremonial, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas organisasi dalam menghadapi dinamika perubahan zaman.
Ketua Dharma Wanita Polinela, Dr. Ir. Desi Maulida, S.P., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Dharma Wanita memiliki peran yang semakin relevan di tengah tuntutan profesionalisme dan peningkatan kualitas institusi pendidikan tinggi.

“Dharma Wanita tidak lagi hanya dipandang sebagai organisasi pendamping, tetapi telah berkembang menjadi mitra strategis yang turut berkontribusi dalam membangun budaya kerja yang positif. Melalui seminar ini, kami ingin memperkuat pemahaman bahwa setiap anggota memiliki peran penting dalam mendukung kinerja serta menjaga citra baik institusi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh aspek akademik dan manajerial, tetapi juga oleh stabilitas sosial dan dukungan moral yang berasal dari lingkungan keluarga ASN. Dalam hal ini, Dharma Wanita menjadi bagian penting yang mampu menciptakan harmoni tersebut.
“Ketika keluarga ASN harmonis dan suportif, maka kinerja akan meningkat secara signifikan. Dampaknya akan terlihat pada kualitas pelayanan, produktivitas kerja, hingga reputasi institusi di mata publik,” lanjutnya.
Kegiatan ini semakin kaya dengan kehadiran narasumber dari Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fridha Zoelqaidawati, yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai peran strategis Dharma Wanita dalam konteks nasional.
Dalam materinya, Fridha menekankan bahwa Dharma Wanita harus mampu bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam mendukung agenda reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Peran Dharma Wanita sangat strategis dalam membentuk karakter keluarga ASN yang kuat, berintegritas, dan berdaya saing. Dari keluarga yang kuat inilah lahir aparatur yang profesional, sehingga secara tidak langsung berkontribusi terhadap citra institusi yang positif,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Polinela untuk terus meningkatkan kompetensi diri, baik dalam aspek sosial, edukatif, maupun keterampilan, sehingga mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Selain sesi pemaparan materi, seminar ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang membahas berbagai isu aktual, mulai dari tantangan peran perempuan dalam organisasi, penguatan komunikasi keluarga ASN, hingga strategi membangun citra institusi di era digital. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan pandangan yang disampaikan, mencerminkan tingginya kepedulian terhadap pengembangan organisasi.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga memperkuat jejaring dan solidaritas antaranggota Dharma Wanita Polinela. Semangat kebersamaan yang terbangun menjadi modal penting dalam mendorong organisasi agar semakin aktif dan berdampak.
Dengan terselenggaranya seminar ini, Dharma Wanita Polinela diharapkan mampu terus berkembang menjadi organisasi yang progresif, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan institusi. Lebih dari itu, peran aktif Dharma Wanita diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung peningkatan kinerja serta memperkuat citra positif Politeknik Negeri Lampung di tingkat regional maupun nasional.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kontribusi Dharma Wanita bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari keberhasilan institusi dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan.





