Polinela, Selasa (06/10/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali memperkuat perannya sebagai Perguruan Tinggi Pendidikan Vokasi yang mengembangkan inovasi berbasis kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat.
Hal tersebut ditunjukkan melalui penerimaan kunjungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II Palembang dalam rangka kajian terhadap pengembangan industri pengolahan pakan di Teaching Factory (TEFA) Polifeed Polinela.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menggali praktik, teknologi, serta tata kelola pengolahan pakan yang telah dikembangkan Polinela untuk mendukung implementasi program kerja sama antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, dan perguruan tinggi di bawah koordinasi LLDikti Wilayah II.
Rombongan LLDikti Wilayah II dipimpin langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah II Palembang, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., dan diterima oleh Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., didampingi Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Eko Win Kenali, S.Kom., M.Cs.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan LLDikti Wilayah II melakukan peninjauan langsung ke TEFA POLIFEED Polinela untuk melihat proses serta teknologi yang digunakan dalam produksi pakan, sekaligus memperoleh gambaran mengenai sistem pengelolaan dan manajemen produksi yang telah berjalan di Polinela.
TEFA Polifeed merupakan salah satu bentuk implementasi pendidikan vokasi yang mengintegrasikan pembelajaran, teknologi, produksi, dan kebutuhan masyarakat dalam satu ekosistem. Melalui konsep tersebut, Polinela tidak hanya memberikan pengalaman praktik kepada mahasiswa, tetapi juga mendorong agar hasil pengembangan teknologi dan produksi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pengembangan industri pengolahan pakan menjadi salah satu bidang strategis karena ketersediaan pakan yang berkualitas, efisien, dan sesuai kebutuhan merupakan bagian penting dalam mendukung keberlanjutan sektor peternakan dan perikanan. Karena itu, pengalaman Polinela dalam mengembangkan TEFA Polifeed dinilai memiliki potensi untuk direplikasi dan dikembangkan sesuai kebutuhan daerah.
Direktur Polinela, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa keberadaan TEFA di lingkungan pendidikan vokasi diarahkan tidak hanya sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga sebagai wadah hilirisasi pengetahuan dan teknologi agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Polinela terus mendorong agar Teaching Factory tidak hanya menjadi tempat pembelajaran mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang untuk menghasilkan produk dan teknologi yang dapat dimanfaatkan serta dikembangkan bersama masyarakat dan mitra,” ujar Dr. Dwi Puji Hartono.
Lebih lanjut, kunjungan LLDikti Wilayah II tersebut diharapkan dapat membuka ruang pengembangan kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam mendukung program kerja sama antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, dan perguruan tinggi. Pengalaman Polinela dalam mengelola TEFA Polifeed menjadi salah satu referensi yang dapat digunakan dalam merancang model pengembangan industri pakan di wilayah kerja sama tersebut.
Hasil kajian dan peninjauan TEFA Polifeed selanjutnya diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan program serta penguatan kapasitas perguruan tinggi, sekaligus menempatkan Polinela sebagai salah satu rujukan dalam penerapan teknologi dan manajemen pengolahan pakan berbasis pendidikan vokasi.
Melalui kunjungan ini, Polinela semakin menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang adaptif, produktif, dan berdampak, dengan menghubungkan kompetensi akademik, teknologi terapan, proses produksi, serta kebutuhan pembangunan daerah. Sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, LLDikti, dan perguruan tinggi diharapkan mampu mempercepat hilirisasi inovasi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.





