Polinela, Selasa (06/10/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan DIPA Politeknik Negeri Lampung Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program penelitian dan pengabdian berjalan sesuai dengan rencana, target, serta luaran yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan Monev diarahkan untuk melihat perkembangan pelaksanaan kegiatan, capaian luaran, penggunaan anggaran, serta kendala yang dihadapi oleh para pelaksana hibah. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang evaluasi untuk memastikan setiap program yang didanai melalui DIPA Polinela memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Direktur Polinela, dalam hal ini diwakili Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si., menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas serta akuntabilitas pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Polinela.
“Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, kita ingin memastikan bahwa penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga memiliki kualitas, luaran yang jelas, serta memberikan manfaat dan dampak yang dapat dirasakan,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai perguruan tinggi pendidikan vokasi, Polinela memiliki peran strategis dalam menghasilkan penelitian terapan yang dapat menjawab kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, serta masyarakat. Oleh karena itu, hasil penelitian dan pengabdian diharapkan tidak berhenti pada laporan kegiatan, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi dan solusi yang aplikatif.
“Penelitian dan pengabdian harus terus diarahkan agar relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja. Kita ingin setiap kegiatan yang dilaksanakan memiliki keberlanjutan dan dapat memberikan kontribusi nyata, baik bagi institusi maupun masyarakat,” lanjut Didik.
Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polinela, Ir. Anung Wahyudi, S.P., M.Sc., Ph.D., IPU, menyampaikan bahwa Monev merupakan tahapan penting untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan hibah telah mencapai target yang ditetapkan.
“Monev ini menjadi instrumen untuk melihat progres pelaksanaan penelitian dan pengabdian, mulai dari kesesuaian pelaksanaan dengan proposal, capaian luaran, hingga kendala yang dihadapi para pelaksana. Dari hasil evaluasi ini, kami dapat memberikan masukan dan rekomendasi untuk penyempurnaan pelaksanaan kegiatan,” ungkapnya.
Anung menambahkan, P3M terus mendorong agar pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Polinela semakin berkualitas, terukur, serta memiliki luaran yang dapat dimanfaatkan. Hal tersebut sejalan dengan komitmen Polinela dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi berbasis vokasi.
Melalui kegiatan Monev Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan DIPA Tahun 2026, Polinela juga mendorong para dosen pelaksana untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai target dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun administratif.
Hasil monitoring dan evaluasi selanjutnya diharapkan menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi pijakan dalam meningkatkan kualitas tata kelola hibah pada periode berikutnya.
Dengan demikian, pelaksanaan hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Polinela tidak hanya berorientasi pada pemenuhan target luaran, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan inovasi terapan, solusi konkret, dan dampak berkelanjutan sebagai wujud kontribusi perguruan tinggi pendidikan vokasi bagi pembangunan dan masyarakat.





