Berita Kegiatan

Pascasarjana Polinela Jadi Tujuan Benchmarking Program Pascasarjana Universitas Baturaja

Polinela, Kamis (09/07/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menerima kunjungan akademik dari Program Pascasarjana Universitas Baturaja dalam rangka memperkuat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi sekaligus berbagi praktik baik dalam penyelenggaraan pendidikan pascasarjana, khususnya di bidang ketahanan pangan.

Kegiatan yang berlangsung di Program Studi Magister Terapan Ketahanan Pangan Polinela tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi dalam pengembangan pendidikan tinggi, peningkatan mutu akademik, serta implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak bagi masyarakat.

Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., dalam kegiatan ini diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si. dan Wakil Direktur Bidang Kerjasama, Eko Win Kenali, S.Kom., M.Cs. yang menyambut langsung rombongan Program Pascasarjana Universitas Baturaja bersama Ketua Pengelola Program Studi Magister Terapan Ketahanan Pangan, Dr. Irmayani Noer, S.P., M.Si., beserta jajaran dosen dan tenaga kependidikan.

Dalam sambutannya, Didik Kuswadi menyampaikan bahwa Polinela senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan pascasarjana.

“Kunjungan akademik seperti ini merupakan langkah positif dalam membangun jejaring antarlembaga. Polinela percaya bahwa kolaborasi menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Melalui diskusi dan berbagi pengalaman, kita dapat saling belajar, mengembangkan inovasi, serta memperkuat pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Didik.

Sementara itu, Ketua Pengelola Program Studi Magister Terapan Ketahanan Pangan Polinela, Dr. Irmayani Noer, S.P., M.Si., memaparkan profil Program Studi Magister Terapan Ketahanan Pangan, mulai dari visi dan misi, kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sistem penjaminan mutu, pengembangan riset terapan, hingga berbagai bentuk kerja sama yang telah dijalin dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi.

Menurut Irmayani, kunjungan akademik tersebut menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat komunikasi dan memperluas jejaring kelembagaan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan program pascasarjana. Kami juga membuka peluang kolaborasi dalam penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran narasumber, maupun pengabdian kepada masyarakat sehingga kedua institusi dapat berkembang bersama dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ketahanan pangan,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, kedua institusi mendiskusikan berbagai aspek pengelolaan program pascasarjana, mulai dari tata kelola akademik, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan dunia kerja, sistem penjaminan mutu, peningkatan kapasitas dosen, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, hingga peluang kerja sama dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Rombongan Universitas Baturaja juga melakukan sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman mengenai strategi pengembangan program pascasarjana di masing-masing institusi.

Perwakilan Program Pascasarjana Universitas Baturaja mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan Polinela serta keterbukaan dalam berbagi pengalaman pengelolaan pendidikan pascasarjana. Menurutnya, berbagai praktik baik yang diterapkan Polinela menjadi referensi penting dalam pengembangan program pascasarjana di Universitas Baturaja sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas pada masa mendatang.

Melalui kunjungan ini, Polinela kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kemitraan strategis dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta mendukung terwujudnya pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing dalam mendukung ketahanan pangan nasional.