Berdampak Berita

Perkuat Riset Daerah, Dosen Polinela Resmi Bergabung dalam MPRD Provinsi Lampung

Polinela, Jum’at (19/06/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Dua dosen terbaik Polinela, Prof. Dr. Ir. Sarono, M.Si. dan Ir. Anung Wahyudi, S.P., M.Sc., Ph.D., resmi dikukuhkan sebagai anggota Majelis Pertimbangan Riset Daerah (MPRD) Provinsi Lampung periode 2025–2030 oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.

Kedua akademisi Polinela tersebut dipercaya untuk memperkuat Komisi Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Maritim

Kedua akademisi Polinela tersebut dipercaya untuk memperkuat Komisi Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Maritim, sebuah bidang strategis yang memiliki keterkaitan erat dengan karakteristik dan potensi unggulan Provinsi Lampung sebagai daerah agraris dan maritim.

Prof. Sarono merupakan Direktur Polinela periode 2021–2025 yang dikenal memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan pendidikan vokasi dan riset terapan. Sementara itu, Dr. Anung Wahyudi saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polinela periode 2025–2029 yang aktif mendorong penguatan inovasi dan hilirisasi hasil riset di lingkungan kampus.

Pengukuhan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap kapasitas akademik dan kontribusi Polinela dalam mendukung pembangunan daerah melalui riset yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa MPRD memiliki peran penting dalam mempersiapkan Provinsi Lampung menghadapi tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2045.

Gubernur menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan riset, serta pengembangan inovasi menjadi faktor utama dalam mewujudkan visi tersebut. Ia menilai Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan yang perlu didukung dengan teknologi dan hasil riset yang tepat guna.

“Lampung dikenal sebagai daerah dengan komoditas pertanian dan perkebunan yang berlimpah. Namun, kekayaan tersebut harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya petani. Karena itu, riset harus menjadi instrumen penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat,” tegas Gubernur.

Lebih lanjut, ia berharap MPRD dapat berfungsi sebagai think tank pemerintah daerah yang menghasilkan rekomendasi berbasis data, fakta, dan kajian ilmiah sehingga kebijakan publik yang dihasilkan semakin efektif, tepat sasaran, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Gubernur juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan Lampung. Menurutnya, para akademisi memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan melalui riset dan inovasi yang berkelanjutan.

Bagi Polinela, kepercayaan yang diberikan kepada Prof. Sarono dan Dr. Anung Wahyudi menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat kontribusi institusi dalam mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keterlibatan dosen Polinela dalam MPRD diharapkan dapat memperluas kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghasilkan berbagai rekomendasi strategis, khususnya pada sektor pertanian, ketahanan pangan, dan maritim yang menjadi fokus pembangunan Provinsi Lampung.

Sebagai perguruan tinggi vokasi yang berorientasi pada pengembangan teknologi terapan dan pemberdayaan masyarakat, Polinela berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan daerah serta mendukung terwujudnya visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045.

MPRD Provinsi Lampung periode 2025–2030 dipimpin oleh Lusmeilia Afriani sebagai ketua, dengan anggota yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan kalangan ahli di Provinsi Lampung. Kehadiran dua dosen Polinela dalam kepengurusan tersebut semakin mempertegas peran aktif Polinela sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah yang berbasis riset, inovasi, dan keberlanjutan.