Berita Kegiatan

Tingkatkan Kualitas Kerja sama Menuju Internasionalisasi Perguruan Tinggi, Polinela Gelar Workshop Gandeng ITS

Polinela, Kamis (30/05/2024). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui Kelompok Kerja (Pokja) Kerja Sama gelar Workshop Pengembangan Kerjasama dan Internasionalisasi Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat dan memperluas jaringan kerjasama serta meningkatkan proses internasionalisasi di Polinela. Kegiatan ini dihadiri oleh para akademisi, tenaga kependidikan, serta mitra strategis dari berbagai institusi.

Direktur Polinela yang diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si. Dalam sambutannya, Agung Adi Candra menyampaikan pentingnya kolaborasi dan kemitraan internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Polinela. Beliau menekankan bahwa internasionalisasi merupakan langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing di kancah global.

Internasionalisasi perguruan tinggi

“Internasionalisasi perguruan tinggi adalah suatu keharusan di era globalisasi ini. Melalui kerja sama dan pertukaran internasional, kita dapat memperluas wawasan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memberikan pengalaman yang berharga bagi mahasiswa dan staf pengajar,” ujar Agung Adi Candra.

Agung Adi Candra menyampaikan pentingnya kolaborasi dan kemitraan internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Polinela.

Pemaparan pertama disampaikan oleh Assoc. Prof. Maria Anityasari, Ph.D., Direktur Direktorat Kemitraan Global dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dalam presentasinya yang berjudul “Internasionalisasi: Strategi dan Tantangannya”, Maria Anityasari menjelaskan strategi yang dapat diterapkan untuk menginternasionalkan institusi pendidikan tinggi.

Beliau menyoroti pentingnya membangun jaringan global, mengembangkan program akademik internasional, dan meningkatkan mobilitas mahasiswa dan staf. Selain itu, Maria Anityasari juga membahas tantangan yang sering dihadapi dalam proses internasionalisasi, seperti perbedaan budaya, kendala bahasa, dan keterbatasan sumber daya.

“Kunci sukses dalam internasionalisasi adalah komitmen yang kuat dari seluruh komponen institusi dan keberanian untuk berinovasi dalam membangun kerjasama internasional yang bermanfaat bagi semua pihak,” ungkap Maria Anityasari.

Emharis Gigih Pratama, M.A., dari Direktorat Kemitraan Global ITS,  membahas tentang “Program Internasionalisasi Mahasiswa”. Emharis Gigih Pratama menjelaskan berbagai program dan inisiatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan internasional.

Program-program tersebut meliputi pertukaran pelajar, magang internasional, dan kolaborasi penelitian dengan institusi luar negeri. Emharis juga memberikan contoh sukses dari program-program internasionalisasi yang telah dijalankan di ITS, yang dapat menjadi inspirasi bagi Polinela dalam mengembangkan program serupa.

“Melalui program internasionalisasi, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman akademis yang lebih luas, tetapi juga keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar global,” kata Emharis Gigih Pratama.

Assoc. Prof. Maria Anityasari, Ph.D., Direktur Direktorat Kemitraan Global dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Emharis Gigih Pratama, M.A., dari Direktorat Kemitraan Global ITS, memberikan materi dalam kegiatan tersebut.

Workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi Polinela dalam mengembangkan kerjasama internasional dan meningkatkan daya saing di tingkat global. Peserta workshop juga diharapkan dapat menerapkan ilmu dan wawasan yang diperoleh untuk mendukung proses internasionalisasi di Polinela.

Dengan komitmen dan kerjasama dari berbagai pihak, Polinela optimis dapat mencapai target internasionalisasi yang telah ditetapkan dan terus berkontribusi dalam mencetak lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.