Polinela, Rabu (19/08/2026). Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Garda Kedisiplinan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Nilai Bagus vs Mental Bagus; Menolak Tumbang di Tengah Kompetisi Pendidikan Modern”. Kegiatan di Gedung Serba Guna (GSG) Polinela.
Seminar ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. untuk memahami pentingnya membangun keseimbangan antara pencapaian akademik, pengembangan diri, dan ketahanan mental dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif. Kegiatan diikuti oleh ratusan peserta yang didominasi mahasiswa, khususnya mahasiswa baru Polinela.
Ketua Pelaksana, Jesika Simbolon, mengatakan tema seminar diangkat berdasarkan fenomena yang banyak dihadapi mahasiswa saat ini, yakni tekanan untuk memperoleh prestasi akademik yang tinggi. Menurutnya, tuntutan tersebut terkadang membuat mahasiswa mengabaikan kondisi mental dan kesejahteraan dirinya.
“Banyak mahasiswa yang stres karena terlalu fokus mengejar IPK yang tinggi. Karena itu, kami ingin mengangkat isu ini agar mahasiswa memahami bahwa prestasi akademik penting, tetapi kesehatan mental juga harus diperhatikan,” ujar Jesika.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan seminar. Isu mengenai keseimbangan antara pencapaian akademik dan kondisi mental menjadi perhatian karena mahasiswa tidak hanya dihadapkan pada tuntutan memperoleh nilai yang baik, tetapi juga harus mampu beradaptasi, membangun relasi, mengelola tekanan, serta menghadapi berbagai tantangan selama menjalani proses pendidikan.
Hadir sebagai narasumber, Dr. (Cand). M. Aqil Baihaqi, M.Sos., menyampaikan materi mengenai tantangan psikologis yang dihadapi generasi muda serta pentingnya membangun mental resilience atau ketahanan mental. Ia menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak semata-mata ditentukan oleh capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Kemampuan mengelola emosi, menghadapi tekanan, mengambil keputusan, serta bangkit ketika menghadapi kegagalan merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan mahasiswa. Dengan ketahanan mental yang baik, mahasiswa diharapkan mampu menghadapi tekanan akademik maupun tantangan kehidupan kampus secara lebih adaptif.
Selain penguatan ketahanan mental, mahasiswa juga didorong untuk aktif mengambil bagian dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan. Keterlibatan dalam organisasi dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan interpersonal, sekaligus memperluas jejaring pertemanan yang dapat menjadi support system positif selama menjalani kehidupan perkuliahan.
Seminar Nasional Garda Kedisiplinan tersebut sejalan dengan upaya pendidikan vokasi dalam membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik dan teknis, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan kehidupan profesional. Keseimbangan antara kompetensi dan ketahanan mental menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan kerja yang dinamis dan penuh tantangan.
Melalui kegiatan ini, UKM Garda Kedisiplinan Polinela berharap mahasiswa dapat membangun perspektif yang lebih sehat terhadap prestasi. Nilai akademik tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan, namun tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Mahasiswa perlu tumbuh sebagai pribadi yang disiplin, tangguh, mampu mengelola tekanan, dan tetap memiliki ruang untuk berkembang secara personal maupun sosial.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber. Antusiasme mahasiswa dalam menyampaikan pertanyaan menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu kesehatan mental dan kesiapan menghadapi tekanan selama menjalani pendidikan tinggi. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai penutup Seminar Nasional UKM Garda Kedisiplinan Polinela.





