Berita Mahasiswa

Berbasis Edge Computing, “Gate Kedisiplinan” Polinela Percepat Monitoring Kehadiran Mahasiswa Baru

Polinela, Selasa (11/08/2026). Transformasi digital terus dikembangkan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dalam mendukung penyelenggaraan layanan pendidikan dan kegiatan kemahasiswaan. Salah satunya diwujudkan melalui penerapan inovasi sistem absensi digital bagi peserta Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 yang diberi nama “Gate Kedisiplinan”.

Nama “Gate Kedisiplinan” diberikan oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polinela, Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si. Sistem ini dirancang untuk mempercepat proses pencatatan kehadiran sekaligus mempermudah panitia dalam melakukan monitoring dan rekapitulasi kehadiran mahasiswa baru selama rangkaian PKKMB.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Unit Penunjang Akademik (UPA) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polinela bersama mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) yang sedang melaksanakan kegiatan magang di UPA TIK. Pengembangan sistem telah dimulai sekitar tiga bulan sebelum pelaksanaan PKKMB 2026, atau sejak Juni 2026.

Kepala UPA Teknologi Informasi dan Komunikasi Polinela, Halim Fathoni, Ph.D., menjelaskan bahwa pengembangan “Gate Kedisiplinan” berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan mekanisme absensi yang lebih cepat, praktis, dan mudah dikelola dibandingkan metode pencatatan kehadiran secara manual.

“Gate Kedisiplinan” secara khusus dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan PKKMB 2026. Namun, ke depan sistem tersebut masih berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan lain di lingkungan Polinela, termasuk apel, dengan mempertimbangkan hasil evaluasi dan kebijakan pimpinan.

Salah satu aspek yang menjadi keunggulan “Gate Kedisiplinan” adalah penerapan konsep edge computing dalam proses pengelolaan data absensi. Sistem tersebut terintegrasi dengan platform web pkkmb.polinela.ac.id yang digunakan untuk mengelola data mahasiswa sekaligus memberikan akses kepada mahasiswa baru untuk memantau kehadiran mereka setelah proses absensi selesai.

Pada prosesnya, mahasiswa melakukan absensi menggunakan QR Code yang dipindai melalui perangkat yang tersedia pada sistem. Proses tersebut didukung teknologi infrared, sementara kamera CCTV ditempatkan sebagai sistem pendukung atau backup apabila terjadi kegagalan sistem.

Pada prosesnya, mahasiswa melakukan absensi menggunakan QR Code yang dipindai melalui perangkat yang tersedia pada sistem

Konsep edge computing memungkinkan proses perekaman data dilakukan terlebih dahulu pada perangkat di lokasi absensi. Data kemudian dikirim atau push ke server setelah waktu absensi selesai. Mekanisme ini sengaja dirancang agar proses perekaman dapat berlangsung lebih cepat sehingga tidak terbebani oleh ketergantungan terhadap koneksi server secara real-time pada setiap proses pemindaian.

Dengan pendekatan tersebut, sistem tidak mengutamakan pengiriman data secara real-time pada saat setiap mahasiswa melakukan pemindaian, tetapi lebih mengutamakan kecepatan proses absensi dan efisiensi perekaman data.

Data mahasiswa yang digunakan dalam sistem juga bersumber dari SIDU (Sistem Informasi Daftar Ulang). Dengan integrasi tersebut, identitas mahasiswa yang melakukan absensi dapat disesuaikan dengan data mahasiswa baru yang telah terdaftar di Polinela.

Selain identitas dan waktu kehadiran, sistem juga mendukung pencatatan bukti izin sakit bagi mahasiswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan. Sementara itu, keberadaan CCTV berfungsi sebagai mekanisme pendukung untuk melakukan verifikasi apabila terdapat kendala atau kegagalan pada sistem utama.

Penerapan “Gate Kedisiplinan” memberikan sejumlah manfaat dalam penyelenggaraan PKKMB. Bagi panitia, sistem ini membantu mempercepat proses pendataan kehadiran mahasiswa baru sekaligus mempermudah proses rekapitulasi data.

Efisiensi tersebut juga berkaitan dengan proses administrasi setelah kegiatan, termasuk dalam mendukung penerbitan sertifikat PKKMB. Data kehadiran yang telah terdokumentasi secara digital dapat menjadi salah satu basis dalam pengelolaan administrasi peserta kegiatan.

Bagi mahasiswa baru, sistem memberikan kemudahan karena peserta tidak perlu melalui proses absensi manual yang membutuhkan waktu lebih panjang. Mahasiswa juga dapat memantau status kehadiran mereka melalui sistem setelah proses absensi selesai.

Selama penerapannya pada PKKMB 2026, penggunaan “Gate Kedisiplinan” berjalan tanpa kendala berarti. Respons mahasiswa dan panitia terhadap sistem tersebut juga dinilai positif, terutama dari sisi kemudahan dan kecepatan proses absensi.

Pengembangan “Gate Kedisiplinan” tidak hanya menjadi inovasi layanan internal kampus, tetapi juga mencerminkan karakter pendidikan vokasi Polinela yang menempatkan praktik, teknologi, dan penyelesaian persoalan nyata sebagai bagian penting dari proses pembelajaran.

Keterlibatan mahasiswa TRPL dalam pengembangan sistem bersama UPA TIK memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kebutuhan nyata di lingkungan kampus.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana ekosistem pendidikan vokasi dapat menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif dan memiliki manfaat langsung bagi institusi.

Ke depan, pengembangan “Gate Kedisiplinan” masih terbuka untuk dilakukan. Apabila dukungan anggaran memungkinkan, sistem ini direncanakan dapat dikembangkan dengan teknologi yang lebih lanjut, di antaranya Radio Frequency Identification (RFID) dan face recognition.

Adapun keberlanjutan pemanfaatan “Gate Kedisiplinan” untuk kegiatan lain di lingkungan Polinela akan disesuaikan dengan arahan dan keputusan pimpinan.

Bagi Polinela, kehadiran “Gate Kedisiplinan” menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi layanan kampus. Lebih dari sekadar alat absensi, inovasi ini menjadi gambaran bagaimana kolaborasi antara unit pendukung teknologi dan mahasiswa vokasi dapat menghasilkan solusi yang cepat, praktis, dan relevan dengan kebutuhan institusi.

Dengan mengedepankan konsep edge computing, sistem tersebut sekaligus memperkuat komitmen Polinela untuk terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi dalam mendukung tata kelola kampus dan pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan yang semakin efektif dan adaptif terhadap perkembangan digital.