polinela.ac.id, Senin (15/9/2025). Komitmen bangun kerjasama dan kolaborasi internasional untuk mendorong peningkatan kualitas tri darma perguruan tinggi, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) bergabung dan resmi menjadi anggota konsorsium China-Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA).
Bergabungnya Polinela dalam konsorsium CITIEA adalah akselerasi proses internasionalisasi institusi sesuai amanat rencana strategis Polinela. Polinela menjadi politeknik ke 9 yang bergabung dalam konsorsium tersebut. Kegiatan, peran dan manfaat CITIEA sangat besar bagi tumbuh kembang politeknik yang sebelumnya telah lebih dulu bergabung.
Pada Annual Coference CITIEA ke 2 (dua) yang digelar dari tanggal 15 – 17 September 2025, di Provinsi Guangxi, Tiongkok, Polinela hadir dan resmi di perkenalkan menjadi anggota konsorsium CITIEA. Kehadiran Polinela pada event tersebut, diwakili oleh Wakil Direktur bidang kerja sama Eko Win Kenali, S.Kom., M.Cs.
Menurut Eko Win Kenali, kerja sama internasional adalah hal yang penting untuk membawa Polinela ke kancah global. Namun yang lebih penting lagi adalah kolaborasi yang terbangun mampu memberi dampak signifikan untuk tumbuh kembang Polinela di masa depan. Inilah peluang yang harus segera diambil dari CITIEA untuk diimplementasikan menjadi kegiatan nyata dan bermanfaat bagi Polinela.
Sejauh ini kegiatan yang telah dilaksanakan oleh politeknik lain anggota konsorsium CITIEA terlihat nyata dan mampu memberikan dampak bagi politeknik yang sudah lebih dulu bergabung., ujar Eko Win Kenali.


Konsorsium CITIEA yang dikelola oleh HOPE International dan Kementerian Pendidikan Tiongkok ini sangat fokus pada kerjasama antar kedua negara, yang mengkolaborasikan pihak edukasi dan industi kedua negara. Program utamanya adalah transfer knowledge dan transfer teknologi melalui kerjasama program pendidikan dengan pola 1+1+1 (untuk jenjang Diploma) dan 2+1+1 (untuk jenjang sarjana).
Untuk jenjang diploma tiga program 1+1+1, adalah mahasiswa indoesia akan melaksanakan 1 tahun perkuliahan di kampus politeknik asal, 1 tahun berikutnya mahasiswa akan menyelesaikan perkuliahan di kampus politeknik di tiongkok, dan 1 tahun terakhir akan melaksanakan magang industri di perusahaan di tiongkok. Setelah lulus mahasiswa tersebut akan ditempatkan dan bekerja pada perusahaan atau cabang perusahaan dimana mahasiswa tersebut melaksanakan magang. Demikian juga dengan pola 2+1+1.





