Polinela, Selasa (20/10/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui Program Studi Teknik Sumber Daya Lingkungan menyelenggarakan Studium Generale bertema “Water Sustainability Construction Projects in 5.0”. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Polinela dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai keberlanjutan sumber daya air, pengelolaan jaringan perpipaan air limbah, serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polinela, Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si., yang mewakili Direktur Polinela. Sebanyak 120 mahasiswa Program Studi Teknik Sumber Daya Lingkungan dari semester I, III, dan V turut mengikuti kegiatan tersebut. Melalui forum akademik ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengelolaan sumber daya air serta pembangunan infrastruktur lingkungan yang berkelanjutan.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana, Ir. Respati Anton S., S.T., M.T., yang menekankan pentingnya pemahaman mengenai keberlanjutan sumber daya air di tengah meningkatnya tantangan lingkungan global. Menurutnya, kesadaran terhadap kelestarian lingkungan perlu dibangun melalui pendidikan, penguatan pengetahuan, dan penerapan ilmu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Keberlangsungan sumber daya air menjadi hal yang perlu mendapat perhatian. Berbagai isu global, termasuk kebakaran hutan, turut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air. Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Sumber Daya Lingkungan berupaya menambah wawasan mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun profesionalisme di dunia kerja,” ungkap Respati.
Ia berharap kegiatan Studium Generale dapat menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan perkembangan praktik profesional. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga mampu melihat relevansi ilmu tersebut dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan dan kebutuhan pembangunan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polinela, Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Selain menguasai keterampilan teknis, mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan interpersonal sebagai bekal memasuki lingkungan kerja yang dinamis.
“Pada dasarnya, kita memiliki tujuan yang sama, yaitu mempersiapkan lulusan yang mampu menghadapi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Penguasaan hard skill saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan industri. Mahasiswa juga perlu mengembangkan soft skill agar mampu berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, dan menunjukkan profesionalisme di lingkungan kerja,” ujarnya.
Agung juga berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang dan tantangan profesi di bidang teknik sumber daya lingkungan. Melalui pemahaman terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan industri, serta persoalan keberlanjutan, mahasiswa diharapkan mampu mempersiapkan diri secara lebih matang untuk memasuki dunia kerja dan meraih karier yang diimpikan.
Sebagai bagian utama kegiatan, Studium Generale menghadirkan Dr. Ir. Ade Achmad Al Fath CA Umar, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., sebagai pemateri. Ia menyampaikan materi mengenai pengelolaan jaringan perpipaan air limbah, termasuk aspek teknis yang diperlukan dalam mendukung pembangunan dan pengelolaan infrastruktur air serta sanitasi secara berkelanjutan.
Pembahasan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai pentingnya perencanaan dan pengelolaan jaringan perpipaan air limbah dalam mendukung sistem sanitasi yang efektif dan berwawasan lingkungan. Mahasiswa juga memperoleh perspektif mengenai penerapan keilmuan teknik sumber daya lingkungan dalam proyek konstruksi, sekaligus memahami bahwa pembangunan infrastruktur perlu mempertimbangkan aspek teknis, efisiensi, dan keberlanjutan.
Sejalan dengan tema “Water Sustainability Construction Projects in 5.0”, kegiatan ini turut memperkenalkan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi industri. Mahasiswa didorong untuk terus memperbarui pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta memahami tantangan pengelolaan sumber daya air yang semakin kompleks.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Dosen maupun mahasiswa turut mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan, sehingga kegiatan berlangsung interaktif dan membuka ruang pertukaran pengetahuan antara pemateri dan sivitas akademika. Diskusi ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperdalam pemahaman sekaligus menghubungkan materi yang diperoleh dengan persoalan nyata di bidang teknik sumber daya lingkungan.
Melalui penyelenggaraan Studium Generale ini, Polinela terus memperkuat kualitas pembelajaran pendidikan vokasi dengan menghadirkan wawasan praktis dan perspektif profesional yang relevan dengan perkembangan bidang keilmuan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Polinela dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, kolaborasi, adaptasi, dan profesionalisme.
Dengan bekal pengetahuan dan kompetensi tersebut, mahasiswa Program Studi Teknik Sumber Daya Lingkungan diharapkan semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja serta berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya air, pengembangan infrastruktur sanitasi, dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan peran Polinela sebagai perguruan tinggi pendidikan vokasi yang terus mempersiapkan sumber daya manusia kompeten, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.





