Polinela, Sabtu (09/05/2026). Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Balai Pengelolaan Irigasi dan Lahan, Direktorat Jenderal Irigasi dan Lahan Pertanian, resmi menggelar Pre Construction Meeting (PCM). Pertemuan strategis ini berfokus pada Pengawasan Cetak Sawah Rakyat Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2026 dengan target pembukaan lahan baru seluas 1.428 hektar.
Untuk memastikan proyek vital ini berjalan sesuai spesifikasi teknis, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dipercaya sebagai Tim Pengawas Ahli. Tim ini dipimpin oleh Ir. Respati Anton Sasongko, M.T., didampingi oleh Ir. Hendri Gustian, M.T. selaku Quality Quantity Engineering (QQE), Adi Purnomo, S.T. sebagai Operator GIS, serta Evan Febri Miranda, M.Eng. dan Muhammad Iqbal, M.Kes. di bagian Administrasi. Sementara itu, komando pelaksanaan lapangan diamanahkan kepada jajaran TNI, yakni Kodim Lampung Timur serta Kodim Tulang Bawang dan Mesuji.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh pemangku kepentingan utama, mulai dari Kepala BRMP Lampung, Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, perwakilan Korem 043, para Dandim dan Dinas Pertanian dari Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang, dan Lampung Timur, hingga Tim Pengawas Polinela serta para Penyuluh Penanggung Jawab Kabupaten.
Ada dua poin krusial yang menjadi sorotan utama dalam PCM kali ini:
- Efisiensi dan Anggaran Tepat Sasaran: Forum menekankan pentingnya penghitungan kebutuhan alat olah tanah secara matang agar sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Langkah ini diambil untuk menjamin efisiensi waktu pengerjaan di lapangan tanpa mengurangi kualitas hasil.
- Strategi Cetak-Tanam-Panen Cepat: Kepala BRMP Lampung menegaskan agar proses tidak berhenti pada pencetakan lahan saja. Guna mengejar percepatan tanam, para penyuluh diinstruksikan untuk bergerak cepat mengusulkan bantuan benih dan dolomit melalui aplikasi e-Banper serta segera melaporkannya ke e-Pusluh.
Pre Construction Meeting ini menjadi landasan pacu yang krusial untuk menyamakan persepsi, memetakan potensi kendala, dan mengunci komitmen dari seluruh pihak yang terlibat. Dengan pengawasan ketat dari akademisi Polinela dan eksekusi taktis dari personel TNI, Program Cetak Sawah 2026 ini diharapkan dapat berjalan mulus, mencapai target tepat waktu, dan memberikan dampak instan pada peningkatan produksi pangan di Provinsi Lampung. [Siaran Pers]






