Polinela, Jum’at (09/10/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) berkolaborasi dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung, unit pelaksana teknis Badan Karantina Indonesia (Barantin), menyelenggarakan kegiatan Quarantine Goes to Campus bertema “Dari Penjaga Gerbang ke Diplomasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas”.
Kegiatan ini menjadi upaya penguatan pendidikan karakter dan kompetensi mahasiswa sekaligus Badan Karantina Indonesia memperingati Hari Karantina Indonesia ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia (Barantin) pada tahun 2026.
Kegiatan diawali dengan sambutan Direktur Polinela yang diwakili Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si. Ia menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan pengetahuan, karakter, dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja, industri, serta tantangan pembangunan masa depan.
Sambutan berikutnya disampaikan Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung, drh. Donni Muksydayan, M.Si. Kegiatan ini menjadi sarana pengenalan tugas dan fungsi karantina kepada generasi muda, khususnya dalam melindungi sumber daya hayati Indonesia sekaligus mendukung perdagangan dan perekonomian nasional.
Dalam sesi materi bertajuk “Karantina dalam Perdagangan dan Biosecurity Global”, drh. Donni Muksydayan, M.Si. menjelaskan peran strategis karantina dalam mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama serta penyakit yang mengancam kesehatan hewan, ikan, tumbuhan, dan kelestarian lingkungan. Penerapan standar kesehatan dan keamanan hayati juga berperan menjaga kepercayaan pasar, memenuhi persyaratan perdagangan internasional, serta meningkatkan daya saing komoditas Indonesia.
Materi ini relevan dengan bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan pengolahan hasil yang menjadi bagian dari pendidikan vokasi Polinela. Mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya penerapan biosekuriti, ketertelusuran produk, dan pemenuhan standar untuk menghasilkan komoditas yang aman, berkualitas, serta mampu bersaing di pasar global.
Wawasan kewirausahaan diperkuat melalui materi dari GS Farm House bertajuk “Ikan Kecil, Pasar Besar: Kisah Sukses Budidaya dan Pemasaran Guppy dari Lampung ke Pasar Nasional dan Internasional”. Pelaku usaha ini mengembangkan berbagai jenis ikan guppy, seperti Albino Koi, Black Moscow, dan Halfmoon, dengan jangkauan pasar lokal hingga ekspor.
GS Farm House juga memanfaatkan media digital melalui TikTok GS Farm House dan YouTube GS Farm Official untuk edukasi, promosi, dan pemasaran. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa potensi komoditas lokal dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis melalui kualitas budidaya, pemahaman pasar, strategi pemasaran digital, serta pemenuhan persyaratan karantina.
Selanjutnya, PT Great Giant Pineapple (GGP) menyampaikan materi mengenai keamanan pengemasan buah kaleng. Mahasiswa memperoleh pemahaman tentang pentingnya kesesuaian bahan kemasan, kebersihan proses, integritas kemasan, pengendalian mutu, serta sterilisasi komersial yang tepat untuk menjaga keamanan dan kualitas produk selama penyimpanan dan distribusi. Materi ini memperkuat pemahaman mengenai keterkaitan antara kualitas bahan baku, proses pengolahan, keamanan pangan, dan standar industri.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan materi “Bekal Penting untuk Menciptakan Peluang Menang di Dunia Kerja atau Bisnis” yang disampaikan Hasan Ashari, S.E., CT.NNLP, seorang trainer dan motivator. Materi tersebut menekankan bahwa kesiapan menghadapi dunia kerja dan membangun usaha tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, kepercayaan diri, etika profesional, serta kemampuan beradaptasi dan terus belajar.
Melalui Quarantine Goes to Campus, Polinela dan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menghubungkan pendidikan karakter, keamanan hayati, perdagangan global, penerapan standar industri, dan kewirausahaan.
Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi, lembaga pemerintah, dan pelaku industri ini diharapkan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa serta memperkuat kesiapan mereka memasuki dunia kerja, mengembangkan usaha, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas.





