Polinela, Selasa (01/09/2026). Seminar Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terapan (SIPTEKTERA) yang diselenggarakan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) pada Sabtu, 29 Agustus 2026, menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemikiran akademik, inovasi teknologi, kebutuhan industri, dan arah pembangunan daerah.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian arah kebijakan pembangunan Provinsi Lampung oleh Gubernur Lampung, Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., dengan tema “Sinergi Inovasi Terapan dan Transformasi Digital Menuju Lampung Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan.”
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Gubernur Lampung menegaskan bahwa pembangunan daerah ke depan membutuhkan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri, serta masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan strategis menuntut Lampung untuk tidak hanya mengandalkan sumber daya yang dimiliki, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi yang dapat memberikan nilai tambah dan menjawab kebutuhan pembangunan secara nyata.
Beliau menempatkan inovasi terapan dan transformasi digital sebagai bagian penting dalam mendorong peningkatan daya saing Provinsi Lampung. Inovasi, menurutnya, harus diarahkan agar tidak berhenti pada pengembangan pengetahuan dan teknologi semata, tetapi dapat diimplementasikan menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, meningkatkan produktivitas, memperkuat perekonomian, serta mendukung pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
“Pembangunan Lampung membutuhkan inovasi yang mampu menjawab persoalan nyata di lapangan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan industri menjadi sangat penting agar hasil riset dan inovasi dapat diimplementasikan dan memberikan dampak bagi masyarakat,” menjadi salah satu penekanan dalam arah pembangunan yang disampaikan Gubernur Lampung.
Perguruan tinggi pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam arah pembangunan tersebut. Sebagai institusi pendidikan yang berorientasi pada keterampilan dan kebutuhan dunia kerja, pendidikan vokasi diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu berinovasi, serta memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan nyata di dunia industri dan masyarakat.
Melalui SIPTEKTERA 2026, Polinela menunjukkan komitmennya untuk mengambil bagian dalam ekosistem tersebut. Seminar nasional ini menjadi momentum untuk memperkuat hilirisasi pengetahuan dan teknologi terapan, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendorong hasil pemikiran akademik agar semakin dekat dengan kebutuhan pembangunan.
Arah kebijakan pembangunan yang disampaikan Gubernur Lampung sekaligus memperkuat relevansi peran Polinela dalam menyiapkan SDM vokasi yang kompeten, inovatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital. Kompetensi lulusan vokasi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga untuk mendukung lahirnya inovasi dan solusi yang dapat meningkatkan daya saing sektor-sektor strategis di Provinsi Lampung.
Lebih jauh, sinergi inovasi terapan dan transformasi digital diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan sektor unggulan Lampung. Potensi daerah pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pangan, industri, ekonomi kreatif, hingga sektor jasa membutuhkan dukungan teknologi dan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan zaman.
Gubernur Lampung juga menekankan bahwa pembangunan yang berorientasi pada daya saing harus tetap berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan. Pemanfaatan teknologi dan inovasi perlu diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat luas, sekaligus menjaga keberlangsungan lingkungan dan sumber daya bagi generasi mendatang.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi Polinela sebagai perguruan tinggi vokasi yang memiliki kedekatan dengan sektor-sektor produktif dan kebutuhan pembangunan daerah.
Melalui pendidikan, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama dengan berbagai mitra, Polinela memiliki ruang strategis untuk berkontribusi dalam menghasilkan inovasi yang aplikatif dan sumber daya manusia yang siap menghadapi transformasi dunia kerja.
Bagi Polinela, arah kebijakan pembangunan Provinsi Lampung tersebut menjadi momentum untuk terus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam ekosistem inovasi daerah. Dengan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat, inovasi diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi mampu diwujudkan menjadi karya, teknologi, produk, layanan, dan sumber daya manusia yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan Lampung.
Melalui semangat “Sinergi Inovasi Terapan dan Transformasi Digital Menuju Lampung Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan,” SIPTEKTERA 2026 menjadi penegasan bahwa pembangunan masa depan membutuhkan keterhubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, kompetensi manusia, dan kebutuhan nyata masyarakat.





