Polinela, Kamis (27/08/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang berbasis inovasi, riset terapan, dan hilirisasi hasil penelitian. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan In House Training (IHT) bertema “Pelatihan Penulisan Paten” yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik, Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri Polinela.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Polinela dalam meningkatkan kapasitas sivitas akademika, khususnya dalam menghasilkan dan melindungi karya inovatif yang memiliki nilai akademik sekaligus potensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia industri.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Yeni Ria Wulandari, S.T., M.Sc. Dalam laporannya, disampaikan bahwa pelatihan penulisan paten diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada peserta mengenai pentingnya perlindungan kekayaan intelektual, sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menyusun dokumen paten secara sistematis dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selanjutnya, Ketua Jurusan Teknik Polinela, Ir. Kelik Istanto, S.T., M.T., memberikan sambutan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi vokasi, terutama dalam mengembangkan hasil penelitian dan inovasi agar tidak berhenti pada tahap ide maupun prototipe, tetapi dapat memiliki perlindungan hukum dan peluang untuk dihilirkan.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Direktur Polinela yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum, Iskandar Zulkarnain, S.T., M.T. Pembukaan kegiatan menegaskan dukungan institusi terhadap berbagai upaya penguatan inovasi dan kekayaan intelektual sebagai bagian dari pengembangan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan perkembangan teknologi.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum Republik Indonesia, Alizar, S.T., M.AP. Materi pertama yang disampaikan mengangkat topik “Sistem Perlindungan Kekayaan Intelektual (Paten) di Indonesia.”
Melalui materi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan mekanisme perlindungan paten di Indonesia, termasuk pentingnya memastikan bahwa suatu invensi memiliki karakteristik yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan perlindungan kekayaan intelektual. Pemahaman tersebut menjadi penting bagi sivitas akademika Polinela seiring dengan meningkatnya aktivitas penelitian terapan dan pengembangan inovasi di lingkungan perguruan tinggi.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi “Teknik Penyusunan dan Drafting Paten” yang kembali disampaikan oleh Alizar. Materi ini memberikan pembekalan teknis mengenai bagaimana menyusun dokumen paten secara tepat, mulai dari mengidentifikasi invensi, merumuskan deskripsi, hingga menyusun klaim yang menjadi bagian penting dalam menentukan ruang lingkup perlindungan suatu paten.
Bagi Polinela sebagai perguruan tinggi pendidikan vokasi, penguatan kompetensi dalam bidang kekayaan intelektual memiliki relevansi yang erat dengan karakter pendidikan yang menitikberatkan pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil penelitian dan inovasi yang dikembangkan dosen maupun mahasiswa diharapkan tidak hanya menghasilkan solusi praktis, tetapi juga memiliki nilai tambah, daya saing, serta peluang untuk dimanfaatkan oleh dunia industri dan masyarakat.
Melalui pelaksanaan In House Training ini, Polinela mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa inovasi yang dihasilkan dari kegiatan akademik perlu mendapatkan perlindungan dan dikelola secara profesional. Dengan demikian, budaya riset, inovasi, dan perlindungan kekayaan intelektual dapat terus berkembang serta menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi Polinela menuju perguruan tinggi vokasi yang semakin inovatif, produktif, dan berdaya saing.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi Jurusan Teknik, khususnya Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, untuk memperkuat kapasitas sivitas akademika dalam menghasilkan inovasi yang memiliki prospek pengembangan lebih lanjut. Melalui penguasaan teknik penulisan dan drafting paten, hasil penelitian terapan diharapkan semakin siap memasuki tahapan perlindungan kekayaan intelektual dan membuka peluang hilirisasi menuju dunia usaha dan dunia industri.





