Polinela, Senin (24/08/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) memperkuat tata kelola dan kepemimpinan akademik melalui pelantikan tiga Ketua Jurusan di lingkungan Polinela. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi untuk memastikan pengelolaan jurusan dan program studi berjalan semakin efektif, profesional, adaptif, serta mampu merespons perkembangan kebutuhan pendidikan vokasi dan dunia kerja.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Direktur Polinela, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., didampingi jajaran Direksi Polinela. Kegiatan tersebut turut dihadiri dan disaksikan oleh perangkat jurusan dan program studi di lingkungan Polinela sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kepemimpinan serta keberlanjutan tata kelola akademik di tingkat jurusan.
Tiga pejabat yang dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Jurusan tersebut yaitu Dr. Ir. Desi Maulida, S.P., M.Si. sebagai Ketua Jurusan Budidaya Tanaman Pangan, Kurnia Rimadhanti Ningtyas, S.TP., M.Sc. sebagai Ketua Jurusan Teknologi Pertanian, serta Ir. Kelik Istanto, S.T., M.T. sebagai Ketua Jurusan Teknik.

Dengan periode masa jabatan untuk 2026-2030 bagi Jurusan Budidaya Tanaman Pangan dan Jurusan Teknologi Pertanian, khusus pada Jurusan Teknik, pengangkatan Ir. Kelik Istanto, S.T., M.T. merupakan tindak lanjut atas perubahan struktur kepemimpinan di lingkungan Polinela. Sebelumnya, Iskandar Zulkarnain, S.T., M.T. mengemban amanah sebagai Ketua Jurusan Teknik. Seiring dengan perubahan struktur organisasi, Iskandar Zulkarnain kemudian dilantik dan dipercaya menjalankan tugas sebagai Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Politeknik Negeri Lampung.

Perubahan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui proses pemilihan Ketua Jurusan Teknik secara definitif. Berdasarkan proses tersebut, Ir. Kelik Istanto, S.T., M.T. terpilih dan dilantik sebagai Ketua Jurusan Teknik untuk melanjutkan masa jabatan periode 2024–2028.
Dengan demikian, pengangkatan Ketua Jurusan tidak hanya menjadi bagian dari pengisian posisi kepemimpinan, tetapi juga merupakan langkah kelembagaan untuk menjaga kesinambungan tata kelola setelah terjadinya perubahan struktur kepemimpinan di tingkat institusi. Keberadaan Ketua Jurusan secara definitif diharapkan dapat memastikan koordinasi akademik, administrasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pelaksanaan program-program strategis Jurusan tetap berjalan secara terarah.
Jurusan merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi yang berperan dalam mengawal pelaksanaan pembelajaran, pengembangan program studi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.
Karena itu, kepemimpinan Ketua Jurusan tidak hanya dituntut mampu memastikan aspek administrasi dan akademik berjalan dengan baik, tetapi juga menjadi penggerak dalam membangun ekosistem akademik yang dinamis, kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Dalam konteks pendidikan vokasi, penguatan hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri juga menjadi perhatian penting. Jurusan diharapkan semakin aktif membangun kemitraan strategis yang dapat mendukung pengembangan kurikulum, praktik kerja lapangan, magang, sertifikasi kompetensi, riset terapan, hingga peningkatan relevansi dan daya saing lulusan.
Direktur Polinela, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur dalam menjalankan amanah kelembagaan. Kepemimpinan yang kuat di tingkat jurusan perlu didukung oleh kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, program studi, dan mahasiswa agar berbagai program pengembangan dapat berjalan secara terarah dan memberikan dampak nyata bagi institusi.
Penguatan kepemimpinan jurusan juga menjadi semakin penting di tengah perubahan kebutuhan kompetensi tenaga kerja yang berlangsung cepat. Pendidikan vokasi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi, pemecahan masalah, komunikasi, kerja sama, kreativitas, serta karakter profesional yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Dalam menjalankan amanah kepemimpinan, para Ketua Jurusan diharapkan mampu mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki masing-masing jurusan. Setiap jurusan perlu terus melakukan evaluasi dan pengembangan agar program studi di bawahnya mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan mutu layanan akademik, serta memperkuat daya saing lulusan.
Selain penguatan akademik, kepemimpinan jurusan juga diharapkan mampu membangun budaya kerja yang mengedepankan integritas, disiplin, akuntabilitas, kolaborasi, dan pelayanan. Tata kelola yang baik di tingkat jurusan akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus mendukung pencapaian target kinerja institusi.
Dengan penguatan kepemimpinan di tiga jurusan tersebut, Polinela berharap koordinasi, konsolidasi, dan akselerasi program di masing-masing jurusan dapat semakin optimal. Kepemimpinan yang baru diharapkan mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan terobosan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat posisi Polinela sebagai perguruan tinggi vokasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Polinela sebagai perguruan tinggi pendidikan vokasi yang unggul, relevan, adaptif, dan responsif terhadap perubahan. Melalui kepemimpinan yang efektif dan tata kelola yang semakin kuat, Polinela terus berupaya memastikan penyelenggaraan pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, adaptif, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.
Amanah yang diberikan kepada Dr. Ir. Desi Maulida, S.P., M.Si., Kurnia Rimadhanti Ningtyas, S.TP., M.Sc., dan Ir. Kelik Istanto, S.T., M.T. merupakan bagian dari langkah strategis Polinela dalam memperkuat fondasi organisasi dan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi secara berkelanjutan. Sinergi seluruh sivitas akademika menjadi kunci agar kepemimpinan di tingkat jurusan dapat berjalan optimal dan setiap kebijakan maupun program kerja mampu memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, lulusan, mitra, dunia kerja, dan masyarakat.





