Berita

Perkuat Peluang Kerja Internasional, Polinela dan BP3MI Lampung Kolaborasi Selanggarakan Pelatihan & Sertifikasi Lulusan dan Umum

Polinela, Jum’at (21/08/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melakukan rapat koordinasi bahas persiapan pelaksanaan program pelatihan dan sertifikasi peningkatan kualitas kompetensi calon pekerja migran vokasi Indonesia 2026, bersama tim kerja Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Lampung dan tim kerja dari Direktorat Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (Ditjen P3KLN) – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI).

BP3MI Lampung merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI)/BP2MI yang memiliki tugas memberikan pelayanan, penempatan, serta pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), baik sebelum, selama, maupun setelah bekerja di luar negeri, khususnya bagi PMI yang berasal dari wilayah Lampung.

Agenda rapat koordinasi menjadi bagian penting implementasi kerjasama berdampak – dalam upaya membangun sinergi dalam menyiapkan lulusan pendidikan vokasi yang memiliki kompetensi, sertifikasi, dan kesiapan kerja sesuai kebutuhan dunia kerja internasional.

Pada rapat koordinasi tersebut, tim kerja Politeknik Negeri Lampung (Polinela), pada kesepatan tersebut dipimpin oleh Wakil Direktur Bidang Kerja Sama Polinela, Eko Win Kenali, S.Kom., M.Cs., yang didampingi oleh unit kerja LSP, unit bisnis dan unit kerja sama.

Perkuat Peluang Kerja Internasional, Polinela Dan BP3MI Lampung Kolaborasi Selanggarakan Pelatihan & Sertifikasi Lulusan Dan Umum

Selain pengesahan dan serah teima dokumen perjanjian kerjasama, rapat koordinasi ini dilaksanakan dengan agenda khusus, yakni pembahasan kurikulum, model pembelajaran, sumberdaya instruktur, capaian pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi 4 skema pelatikan sertifikasi yang menjadi tanggungjawab tim kerja Polinela.

Pada program ini, Polinela ditunjuk untuk menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi bidang Hospitality (Perhotelan) dengan skema keahlian house keeping, cleaner dan waiters. Dan bidang bahasa inggris pada program pelatihan dan sertifikasi calon pekerja migran vokasi Indonesia.

Bidang Perhotelan Polinela, telah dinilai mumpuni untuk menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi ini. Selain memiliki fasilitas dan sarpras hotel didalam kampus, dosen-dosen program studi pengelolaan perhotelan Polinela juga telah tersertifikasi sebagai assosor BNSP.

Bidang perhotelan memiliki peluang pengembangan karier di pasar kerja internasional, sehingga diperlukan kesiapan kompetensi yang sesuai dengan standar dan kebutuhan industri di negara tujuan.

Rapat koordinasi dan pembahasan persiapan pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi tersebut, juga melibatkan Unit Penunjang Akademik (UPA) Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Polinela, unit bisnis dan tim kerja sama Polinela.

Menurut Eko Win Kenali, S,Kom., M.Cs., Kolaborasi antara Polinela dan BP3MI Lampung diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas dalam penyelenggaraan pelatihan, peningkatan kompetensi, sertifikasi, serta penyebarluasan informasi mengenai prosedur penempatan dan pelindungan PMI.

Dengan demikian, lulusan pendidikan vokasi yang memilih berkarier di luar negeri tidak hanya memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, tetapi juga memahami aspek legalitas, prosedur penempatan, dan hak-hak sebagai pekerja migran.

Melalui sinergi tersebut, Polinela terus memperkuat komitmennya sebagai perguruan tinggi pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan dunia kerja. Penguatan kompetensi dan sertifikasi lulusan sekaligus menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan Polinela dan calon pekerja migran Indonesia di Provinsi Lampung di dunia kerja internasional.

Selain kerja sama program pelatihan dan sertifikasi bagi calon pekerja migran Indonesia 2026, Kerja sama ini juga diharapkan dapat berkembang menjadi program yang lebih luas, konkret dan berkelanjutan, sehingga semakin banyak lulusan Polinela dan calon pekerja migran vokasi asal Provinsi Lampung memiliki akses terhadap peluang kerja global dengan kompetensi yang terstandar serta memperoleh pelindungan yang memadai sebelum, selama, dan setelah bekerja di luar negeri.