Polinela, Rabu (19/08/2026). Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 di Politeknik Negeri Lampung (Polinela) telah selesai dilaksanakan. Selama enam hari pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, budaya pendidikan vokasi, tata kehidupan kampus, sekaligus membangun karakter, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi dunia kerja serta perkembangan kebutuhan industri.

Polinela menegaskan bahwa pelaksanaan PKKMB 2026 berlangsung tanpa bullying, perpeloncoan, maupun tindakan yang merendahkan martabat mahasiswa. Prinsip saling menghargai dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta kondusif menjadi bagian yang terus dijaga dalam pelaksanaan PKKMB Polinela dari tahun ke tahun.
Dalam penyelenggaraannya, PKKMB Polinela ditangani oleh unsur dosen dan tenaga kependidikan dengan melibatkan mahasiswa secara sukarela atau volunteer. Polinela tidak menggunakan pola pembinaan yang menyerahkan mahasiswa baru kepada kakak tingkat, sehingga seluruh rangkaian kegiatan tetap berada dalam pengawasan dan tanggung jawab institusi.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polinela dalam menjaga tradisi pelaksanaan PKKMB yang edukatif dan humanis. Bagi Polinela, pengenalan kehidupan kampus bukan merupakan ruang untuk melakukan perpeloncoan, melainkan kesempatan untuk membangun fondasi karakter mahasiswa baru agar mampu beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi dan memahami budaya akademik pendidikan vokasi.
Pada dua hari pertama PKKMB 2026, mahasiswa baru mengikuti Latihan Kedisiplinan (Latdis) sebagai salah satu bagian wajib dari rangkaian kegiatan. Dalam pelaksanaannya, Polinela kembali melibatkan unsur TNI Angkatan Darat di Provinsi Lampung untuk memberikan pendampingan, pelatihan, dan pengarahan kepada mahasiswa baru.

Keterlibatan unsur TNI dilakukan sebagai bentuk kolaborasi untuk memberikan penguatan terhadap aspek kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, dan ketangguhan. Pendampingan tersebut dilaksanakan secara terarah dan bertanggung jawab dengan tetap menempatkan mahasiswa sebagai peserta didik yang harus dihormati.
Kolaborasi ini telah menjadi bagian dari pola pelaksanaan PKKMB Polinela yang dijaga secara konsisten setiap tahunnya. Dengan melibatkan pihak yang memiliki kompetensi dalam pembinaan kedisiplinan, kegiatan Latdis diharapkan mampu memberikan pengalaman pembentukan karakter yang positif kepada mahasiswa baru tanpa mengarah pada bullying maupun perpeloncoan.
Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa PKKMB merupakan bagian dari proses pendidikan yang harus memberikan pengalaman awal yang baik kepada mahasiswa baru.
“Kami ingin mahasiswa baru memulai perjalanan pendidikannya di Polinela dengan pengalaman yang positif. PKKMB bukan tempat untuk melakukan bullying ataupun perpeloncoan. Yang kami bangun adalah kedisiplinan, karakter, rasa tanggung jawab, kebersamaan, dan kesiapan mereka untuk menjalani pendidikan vokasi,” ujar Dr. Dwi Puji Hartono.
Menurutnya, pendidikan vokasi tidak hanya berbicara mengenai kompetensi teknis, tetapi juga membutuhkan karakter, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan menghadapi lingkungan kerja yang dinamis.
“Kedisiplinan tetap menjadi nilai penting dalam pendidikan vokasi, tetapi harus dibangun melalui proses yang mendidik, terarah, dan menghargai mahasiswa. Karena itu, kami menjaga agar seluruh rangkaian PKKMB tetap berada dalam koridor pendidikan dan pembentukan karakter,” lanjutnya.
Memasuki hari ketiga hingga hari keenam, rangkaian PKKMB diarahkan pada pengenalan yang lebih komprehensif mengenai kehidupan perguruan tinggi. Mahasiswa baru diperkenalkan dengan perangkat perguruan tinggi, mulai dari jajaran Direksi, pengurus dan ketua unit penunjang akademik, berbagai fasilitas pendidikan, hingga organisasi kemahasiswaan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan komunitas yang tersedia di lingkungan Polinela.
Pengenalan tersebut menjadi bagian penting agar mahasiswa baru tidak hanya memahami ruang belajar dan program studi, tetapi juga mengetahui berbagai layanan, fasilitas, serta wadah pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, dan kreativitas yang dapat mereka manfaatkan selama menempuh pendidikan di Polinela.
Mahasiswa baru juga mendapatkan pengenalan mengenai Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (SATGAS PPKPT) serta SATGAS Narkoba Polinela. Materi tersebut menjadi bagian dari upaya institusi membangun kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, bebas kekerasan, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Melalui pengenalan tersebut, mahasiswa baru diharapkan memahami bahwa menjaga lingkungan kampus bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh sivitas akademika.
Selain materi pengenalan akademik, kelembagaan, dan pembentukan karakter, PKKMB 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan kreatif yang memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk berkolaborasi, berekspresi, dan mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan.
Salah satunya melalui kegiatan Eco Fashion: Generasi Merdeka, yang merupakan hasil kolaborasi Tim Kegiatan PKKMB dan Duta Lingkungan Polinela.
Dalam kegiatan tersebut, setiap kompi menampilkan perwakilan mahasiswa baru dengan mengenakan kostum kreatif yang dibuat menggunakan bahan ramah lingkungan dan barang-barang daur ulang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi peserta, tetapi juga menjadi media edukasi untuk memperkenalkan nilai kreativitas, kolaborasi, kepedulian lingkungan, dan pemanfaatan kembali berbagai material yang masih memiliki nilai guna.
Kegiatan Eco Fashion sekaligus menunjukkan bahwa PKKMB Polinela dapat dikemas secara kreatif dengan tetap membawa pesan pendidikan dan nilai-nilai yang relevan dengan kehidupan mahasiswa maupun tantangan lingkungan saat ini.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polinela, Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian PKKMB 2026 dirancang agar mahasiswa baru memperoleh pengalaman yang lengkap sejak hari pertama memasuki lingkungan perguruan tinggi.
“Kami ingin PKKMB menjadi pintu masuk yang baik bagi mahasiswa baru untuk mengenal Polinela. Mereka diperkenalkan dengan perangkat perguruan tinggi, fasilitas, organisasi, UKM, komunitas, serta berbagai layanan yang dapat mendukung perjalanan mereka selama menjadi mahasiswa,” ujar Agung Adi Candra.
Ia menambahkan, keterlibatan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa volunteer, serta mitra seperti unsur TNI menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh kegiatan berjalan secara terarah dan bertanggung jawab.
“Kami tetap membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat, tetapi sifatnya volunteer atau sukarela. Tidak ada pola senioritas yang kemudian berkembang menjadi perpeloncoan. Prinsip kami adalah mahasiswa baru harus dihargai, didampingi, dan diberikan ruang untuk berkembang,” jelasnya.
Menurut Agung Adi Candra, kegiatan PKKMB juga harus mampu memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna. Karena itu, rangkaian kegiatan dikombinasikan antara pengenalan akademik, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, pengembangan karakter, pengenalan organisasi, hingga kegiatan kreatif seperti Eco Fashion.
“Harapannya, setelah mengikuti PKKMB, mahasiswa tidak hanya mengenal kampus secara fisik, tetapi juga memahami nilai-nilai yang harus mereka bawa selama menjadi mahasiswa Polinela, yaitu disiplin, tanggung jawab, integritas, kerja sama, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan,” tambahnya.
Berakhirnya PKKMB 2026 menjadi penanda dimulainya perjalanan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Polinela. Enam hari pelaksanaan PKKMB diharapkan mampu memberikan bekal awal bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi sekaligus memahami karakter pendidikan vokasi yang menekankan kompetensi, praktik, kedisiplinan, profesionalisme, dan keterkaitan erat dengan dunia kerja dan industri.
Polinela berkomitmen untuk terus menjaga pelaksanaan PKKMB sebagai kegiatan yang aman, edukatif, humanis, positif, dan bebas dari bullying maupun perpeloncoan. Tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya institusi menciptakan lingkungan pendidikan yang saling menghargai sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi sumber daya manusia vokasi yang kompeten dan berkarakter.
Dengan fondasi tersebut, mahasiswa baru Polinela diharapkan mampu menjalani proses pendidikan dengan penuh semangat, mengembangkan kompetensi dan potensi diri, serta mempersiapkan diri menjadi lulusan pendidikan vokasi yang adaptif, profesional, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi dunia kerja, masyarakat, dan pembangunan bangsa.





