Polinela, Selasa (11/08/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui Jurusan Peternakan terus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, profesional, dan memiliki daya saing sesuai kebutuhan dunia kerja.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) yang dilaksanakan pada Selasa–Rabu, 11–12 Agustus 2026, bertempat di Polinela.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Jurusan Peternakan Polinela dalam meningkatkan kompetensi SDM di bidang pemotongan hewan sekaligus mendorong penerapan standar kehalalan pada produk peternakan. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai tata cara penyembelihan yang sesuai dengan syariat Islam, tetapi juga dibekali pengetahuan dan keterampilan teknis yang mengacu pada standar kompetensi yang berlaku.
Sebagai perguruan tinggi pendidikan vokasi, Polinela menempatkan keterampilan praktis dan kompetensi profesional sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Karena itu, pelatihan JULEHA menjadi relevan dalam mempertemukan aspek keilmuan peternakan dengan kebutuhan praktik di lapangan, khususnya dalam memastikan proses penyembelihan hewan dilakukan secara tepat, higienis, aman, dan memenuhi ketentuan kehalalan.
Pelatihan menghadirkan pemateri yang kompeten dan memiliki pengalaman di bidangnya, yaitu Sugeng Hastono, DVM, M.Sc. dan drh. Sonny Handoko, DVM, M.B. Kehadiran para narasumber diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta, baik dari aspek teknis penyembelihan maupun prinsip-prinsip yang menjadi dasar dalam menghasilkan produk peternakan yang halal dan sesuai ketentuan.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diarahkan untuk memahami berbagai aspek penting dalam proses penyembelihan, mulai dari persiapan, penanganan hewan, penerapan teknik penyembelihan yang tepat, hingga pemenuhan persyaratan yang berkaitan dengan jaminan produk halal. Pemahaman tersebut menjadi penting mengingat proses penyembelihan merupakan salah satu tahapan krusial dalam menentukan status kehalalan produk asal hewan.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan JULEHA juga menjadi langkah strategis dalam mendukung tersedianya tenaga kerja yang memiliki kompetensi terukur. Polinela mendorong agar peserta memiliki kesiapan untuk menjadi juru sembelih yang profesional, kompeten, dan tersertifikasi, dengan kemampuan yang sesuai dengan prinsip syariat Islam serta mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan standar sertifikasi kompetensi BNSP.
Dari perspektif pendidikan vokasi, penguatan kompetensi tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi Polinela dalam menjawab kebutuhan industri peternakan dan masyarakat terhadap tenaga profesional di bidang penyembelihan halal. Kompetensi JULEHA memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan kualitas, keamanan, dan kepastian kehalalan produk pangan asal hewan yang dikonsumsi masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Pelatihan JULEHA, Jurusan Peternakan Polinela tidak hanya berupaya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga memperkuat ekosistem peternakan yang mengedepankan kompetensi, profesionalisme, kesejahteraan hewan, keamanan pangan, dan jaminan produk halal.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas SDM bidang peternakan serta melahirkan juru sembelih yang mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. Dengan demikian, Polinela terus memperkuat kiprahnya sebagai perguruan tinggi pendidikan vokasi yang menghasilkan SDM terampil dan kompeten sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor peternakan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.





