Polinela, Senin (10/08/2026). Komitmen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan vokasi kembali menunjukkan capaian positif. Sebanyak lima dosen Polinela dinyatakan lolos seleksi wawancara dan ditetapkan sebagai penerima Beasiswa Doktoral Dosen Vokasi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Lima dosen Polinela yang berhasil terpilih berasal dari berbagai jurusan dan bidang keilmuan. Mereka akan melanjutkan pendidikan pada jenjang doktoral di perguruan tinggi tujuan masing-masing.
Dosen Jurusan Perikanan dan Kelautan, Denta Tirtana, S.Pi., M.Si., berhasil memperoleh beasiswa dengan perguruan tinggi tujuan Institut Pertanian Bogor (IPB). Selanjutnya, Meyliana Astriyantika, S.Hut., M.Si., dosen Jurusan Ekonomi dan Bisnis, juga mendapatkan kesempatan melanjutkan studi doktoral di Institut Pertanian Bogor.
Dari bidang teknologi, Tri Sandhika Jaya, S.Kom., M.Kom., dosen Jurusan Teknologi Pertanian, terpilih sebagai penerima Beasiswa Doktoral Dosen Vokasi Tahun 2026 dengan perguruan tinggi tujuan Universitas Diponegoro (UNDIP).
Sementara itu, dua dosen dari Jurusan Peternakan turut memperoleh kesempatan yang sama, yakni drh. Vindo Rossy Pertiwi, M.Si., yang akan melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor, serta Susanti, S.Pt., M.Si., dengan perguruan tinggi tujuan Universitas Diponegoro.
Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan lima dosen Polinela menjadi penerima beasiswa doktoral merupakan capaian yang membanggakan sekaligus bagian dari strategi institusi dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.
“Kami mengapresiasi dan menyampaikan selamat kepada lima dosen Polinela yang berhasil memperoleh Beasiswa Doktoral Dosen Vokasi Tahun 2026. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan kapasitas akademik, kompetensi keilmuan, serta kemampuan riset dosen,” ujar Dr. Dwi Puji Hartono.
Ia menambahkan, peningkatan kualifikasi dosen pada jenjang doktoral diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik individu, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pengembangan institusi.
“Kami berharap setelah menyelesaikan pendidikan doktoral, para dosen dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Polinela, baik dalam pengembangan pembelajaran, penelitian terapan, inovasi, maupun pengabdian kepada masyarakat. Kompetensi yang diperoleh nantinya harus dapat ditransformasikan menjadi penguatan kualitas pendidikan vokasi di Polinela,” lanjutnya.
Menurutnya, penguatan kualitas dosen merupakan bagian penting dalam membangun pendidikan vokasi yang unggul. Dosen tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga harus mampu mengembangkan keilmuan yang aplikatif dan menghasilkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha dan dunia industri.
“Pendidikan vokasi harus terus bergerak mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri. Karena itu, peningkatan kualifikasi dan kompetensi dosen menjadi salah satu fondasi penting untuk memastikan pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa tetap relevan dan berkualitas,” tambahnya.
Capaian lima dosen tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polinela dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang ditopang oleh tenaga pendidik berkualifikasi tinggi. Peningkatan jenjang akademik dosen diharapkan dapat memperkuat berbagai aspek tridharma perguruan tinggi, mulai dari pembelajaran, penelitian dan pengembangan, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Bagi Polinela, keberhasilan tersebut bukan sekadar capaian individual, melainkan menjadi bagian dari penguatan kapasitas institusi dan peningkatan mutu pendidikan vokasi secara berkelanjutan. Melalui dukungan terhadap pengembangan karier dan kualifikasi akademik dosen, Polinela terus mendorong terbentuknya sumber daya manusia pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
Dengan lolosnya lima dosen dalam program beasiswa tersebut, Polinela semakin memperkuat langkah dalam membangun budaya akademik yang progresif sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi vokasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk mendukung pembangunan nasional.





