Polinela, Kamis (11/06/2026). Dalam upaya meningkatkan budaya literasi akademik serta memperkuat kompetensi kebahasaan di lingkungan kampus, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melaksanakan kegiatan inisiasi dan koordinasi program pendampingan, pelatihan, serta literasi bahasa bersama Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL).
Kegiatan koordinasi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara Polinela dan BBPL, yang merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang memiliki tugas melaksanakan pelindungan, pembinaan, dan pengembangan bahasa dan sastra di Indonesia.
Pada pertemuan tersebut, Polinela diwakili oleh Koordinator Kehumasan, Adi Widodo, S.P., M.T.I., yang berkoordinasi langsung dengan Tim Literasi Balai Bahasa Provinsi Lampung, Erwin Wibowo, S.S., M.Pd. Pembahasan difokuskan pada berbagai peluang kolaborasi yang dapat mendukung peningkatan kualitas literasi di lingkungan perguruan tinggi, khususnya bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Koordinator Kehumasan Polinela, Adi Widodo, S.P., M.T.I., menyampaikan bahwa penguatan literasi bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kualitas pendidikan vokasi dan pengembangan kapasitas akademik sivitas akademika.
“Polinela menyambut baik peluang kolaborasi bersama Balai Bahasa Provinsi Lampung. Melalui program pendampingan dan pelatihan yang direncanakan, kami berharap sivitas akademika Polinela dapat semakin memahami kaidah kebahasaan yang baik dan benar, terutama dalam penyusunan karya ilmiah, publikasi akademik, maupun komunikasi institusi. Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian dan pengembangan bahasa daerah melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujar Adi Widodo.
Sementara itu, Tim Literasi BBPL, Erwin Wibowo, S.S., M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Polinela dalam membangun budaya literasi yang kuat di lingkungan kampus. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengembangkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sekaligus menjaga keberlangsungan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Melalui koordinasi tersebut, kedua pihak merencanakan pelaksanaan berbagai program penguatan literasi, di antaranya pelatihan penulisan karya ilmiah, pelatihan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia dan pemanfaatan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), serta kegiatan pendampingan kebahasaan yang dapat mendukung peningkatan kualitas publikasi akademik dan karya tulis sivitas akademika Polinela.
Selain program pelatihan, Polinela dan BBPL juga membahas peluang kerja sama dalam pengembangan platform digital bahasa daerah. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi sarana inovatif dalam mendokumentasikan, melestarikan, serta memperkenalkan bahasa daerah kepada generasi muda melalui pemanfaatan teknologi informasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Polinela sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi teknis, tetapi juga pada pengembangan kemampuan literasi, komunikasi, dan pelestarian budaya. Melalui sinergi dengan Balai Bahasa Provinsi Lampung, Polinela optimistis dapat menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika sekaligus berkontribusi dalam upaya pelindungan dan pengembangan bahasa Indonesia serta bahasa daerah di Provinsi Lampung.
Kegiatan koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terwujudnya kerja sama yang berkelanjutan antara Polinela dan Balai Bahasa Provinsi Lampung dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, literasi akademik, dan pelestarian bahasa sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.





