Polinela, Selasa (09/06/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui Jurusan Peternakan menyelenggarakan Workshop Penguatan Tata Kelola dan Sarana Uji Kompetensi Melalui Hilirisasi TUK Sewaktu serta Workshop Digital Marketing Produk Teaching Factory (TEFA) Unggas.
Workshop yang berlangsung dengan antusias tersebut diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan pengembangan unit produksi di lingkungan Jurusan Peternakan.
Dalam sambutannya, Ketua Jurusan Peternakan Polinela, Riko Noviadi, S.Pt., M.P., menyampaikan bahwa penguatan tata kelola TUK merupakan langkah strategis untuk memastikan proses sertifikasi kompetensi berjalan sesuai standar yang ditetapkan serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja.
“Penguatan tata kelola dan sarana uji kompetensi menjadi bagian penting dalam menjamin mutu lulusan vokasi. Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pengelola TUK dapat semakin memahami tata kelola yang baik, sekaligus mampu mengembangkan berbagai inovasi melalui hilirisasi produk dan pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Polinela terus berkomitmen menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri melalui integrasi pembelajaran, sertifikasi kompetensi, dan penguatan kewirausahaan berbasis Teaching Factory.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pertama bertajuk “Penguatan Tata Kelola dan Sarana Uji Kompetensi Melalui Hilirisasi TUK Sewaktu” dengan narasumber Pungky Nanda Raras, A.Md.Par., SE., MM. memaparkan berbagai strategi penguatan tata kelola TUK, peningkatan kualitas layanan sertifikasi kompetensi, serta pentingnya hilirisasi dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan TUK di lingkungan pendidikan vokasi.
Memasuki sesi kedua, workshop menghadirkan materi “Digital Marketing Produk TEFA Unggas” dengan narasumber Deddy Sulaimawan, SH., M.M. Materi ini menitikberatkan pada strategi pemasaran digital, penguatan branding produk, pemanfaatan media sosial, serta pengembangan pasar berbasis teknologi informasi untuk meningkatkan nilai tambah produk Teaching Factory unggas yang dihasilkan Polinela.
Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan utama dalam pengembangan usaha berbasis pendidikan vokasi. Produk-produk hasil Teaching Factory tidak hanya harus berkualitas, tetapi juga perlu didukung oleh strategi pemasaran yang tepat agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui peningkatan kompetensi, penguatan tata kelola kelembagaan, serta pengembangan inovasi dan kewirausahaan yang selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital.





