Polinela, Senin (08/06/2026). Semangat pelestarian budaya, pengembangan kreativitas, dan penguatan nilai-nilai spiritual kembali digaungkan oleh Keluarga Mahasiswa Hindu Politeknik Negeri Lampung (KMHIPO) melalui penyelenggaraan Dharma Wiksa Bhakti (DWB) 2026.
Mengusung tema “Waring Ing Budaya, Telenging Yuga”, Dharma Wiksa Bhakti 2026 mengajak generasi muda untuk tetap menjaga, mewarisi, dan melestarikan budaya leluhur di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi. Tema tersebut mengandung pesan mendalam bahwa budaya merupakan identitas bangsa yang harus dijaga keberlangsungannya agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Ketua Pelaksana Dharma Wiksa Bhakti 2026, I Gusti Ketut Riko Pradipa, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai sarana untuk menggali potensi generasi muda, mengembangkan kreativitas, meningkatkan kecintaan terhadap seni budaya, serta memperdalam pemahaman dan penghayatan nilai-nilai keagamaan Hindu.
“Melalui Dharma Wiksa Bhakti, kami ingin menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk terus berkarya, berprestasi, dan mencintai budaya leluhurnya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembelajaran dan pembentukan karakter yang berlandaskan nilai budaya dan keagamaan,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Lampung, Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si., Pembina KMHIPO I Gde Darma Putra, S.P., M.Si., dewan alumni KMHIPO, mahasiswa, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Agung Adi Candra memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengurus dan panitia KMHIPO yang telah berhasil menyelenggarakan Dharma Wiksa Bhakti secara konsisten sebagai salah satu wadah pengembangan karakter mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa Politeknik Negeri Lampung senantiasa mendukung kegiatan kemahasiswaan yang mampu membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang unggul, kreatif, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan nilai-nilai kebangsaan.
“Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, menghargai keberagaman, serta memiliki kepedulian terhadap budaya bangsa” ungkapnya.
Sebagai tanda dimulainya kegiatan, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan secara resmi membuka Dharma Wiksa Bhakti 2026 melalui pemukulan gong sebanyak tiga kali yang disambut meriah oleh seluruh peserta dan tamu undangan.
Pada pelaksanaannya, Dharma Wiksa Bhakti 2026 menghadirkan sejumlah perlombaan yang menonjolkan unsur seni, budaya, dan kreativitas. Di antaranya adalah Lomba Tapel Ogoh-Ogoh yang menguji kemampuan peserta dalam menciptakan karya seni tradisional dengan karakter dan filosofi yang kuat, Lomba Tari Cendrawasih yang menampilkan keindahan gerak dan ekspresi seni tari, serta Lomba Sketsa Ogoh-Ogoh yang menjadi wadah bagi peserta untuk menuangkan ide dan kreativitas dalam bentuk karya visual.

Melalui Dharma Wiksa Bhakti 2026, diharapkan terus menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam menjaga warisan budaya bangsa serta menjadi generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan identitas budayanya.




