Polinela, Jum’at (05/06/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus memperkuat peran kehumasan sebagai bagian penting dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Koordinator Kehumasan Polinela, Adi Widodo, S.P., M.T.I., dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Humas dan Protokol Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Universitas Indonesia, Depok, Rabu (3/6).
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 350 peserta dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN), 17 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), serta unit kerja di lingkungan Kemdiktisaintek tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas, serta menyelaraskan arah komunikasi publik pendidikan tinggi di Indonesia.
Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., menyambut baik penyelenggaraan Rakor Humas dan Protokol 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas komunikasi publik perguruan tinggi di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin dinamis.
“Peran humas saat ini tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membangun citra institusi, menyampaikan capaian kampus kepada masyarakat, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan tinggi. Melalui partisipasi dalam Rakor ini, kami berharap Polinela dapat terus mengembangkan strategi komunikasi yang profesional, adaptif, dan berdampak,” ujar Direktur Polinela.
Rakor Humas dan Protokol 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Kemdiktisaintek untuk memasifkan branding kebijakan Diktisaintek Berdampak, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia bidang kehumasan dan keprotokolan, serta mensosialisasikan Anugerah Humas Diktisaintek dan Anugerah Protokol Diktisaintek Tahun 2026.
Dalam arahannya, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan sekaligus peluang besar di tengah perubahan global yang berlangsung cepat. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai penghasil solusi bagi berbagai persoalan masyarakat melalui inovasi, riset, dan pengabdian.
“Saat ini, Kemdiktisaintek sedang menerjemahkan peran pendidikan tinggi, tidak hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pusat pendorong lahirnya kesejahteraan baru bagi masyarakat. Oleh karena itu, kampus sebagai problem solver akan melibatkan peran humas dan protokol yang sangat besar,” tegas Wamen Fauzan.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif untuk menginformasikan berbagai capaian pendidikan tinggi kepada masyarakat. Selain itu, kemampuan komunikasi krisis menjadi kompetensi yang harus dimiliki insan humas di era digital agar mampu merespons berbagai isu secara cepat, tepat, empatik, dan berbasis data.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menyampaikan bahwa derasnya arus informasi menuntut fungsi kehumasan dan keprotokolan untuk terus beradaptasi. Humas dan protokol tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga mengelola komunikasi secara strategis guna membangun kepercayaan masyarakat serta menjaga reputasi institusi.
Senada dengan hal tersebut, Pelaksana Harian Rektor Universitas Indonesia, Ahmad Gamal, menyampaikan bahwa humas dan protokol merupakan bagian penting dari tata kelola institusi yang berperan dalam memastikan kebijakan, capaian, dan kontribusi perguruan tinggi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi strategis yang mencakup komunikasi publik pendidikan tinggi, komunikasi riset dan inovasi, komunikasi krisis, transformasi kehumasan di era kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), hingga penguatan fungsi keprotokolan.
Koordinator Kehumasan Polinela, Adi Widodo, S.P., M.T.I., menyampaikan bahwa berbagai materi dan praktik baik yang diperoleh selama Rakor menjadi bekal penting dalam mengembangkan strategi komunikasi institusi yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Forum ini memberikan banyak wawasan mengenai pengelolaan komunikasi publik yang strategis, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan peran humas dalam mendukung program-program kampus yang berdampak bagi masyarakat. Hal ini akan menjadi referensi penting bagi Polinela dalam meningkatkan kualitas layanan informasi dan publikasi institusi,” ungkapnya.
Melalui keikutsertaan dalam Rakor Humas dan Protokol 2026, Politeknik Negeri Lampung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fungsi kehumasan dan keprotokolan yang profesional, adaptif, kolaboratif, serta mampu mengomunikasikan berbagai inovasi, prestasi, dan kontribusi kampus kepada masyarakat secara efektif.
Dengan komunikasi publik yang kuat, Polinela optimistis dapat semakin memperluas dampak positif pendidikan vokasi dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional. [Siaran Pers]




