Polinela, Rabu (03/06/2026). Sebagai upaya memperkuat peran dosen dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Integritas Dosen dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Workshop Kode Etik dan Profesionalisme Dosen dengan Filosofi dan Pembelajaran Politeknik Negeri Lampung yang diikuti oleh dosen di lingkungan Polinela.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, profesionalisme, tanggung jawab, serta etika dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, workshop juga menjadi wadah refleksi bersama untuk menyelaraskan nilai-nilai filosofis Polinela dengan praktik pembelajaran vokasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja.
Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang dosen. Menurutnya, keberhasilan institusi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas sarana dan kurikulum, tetapi juga oleh karakter dan keteladanan para pendidiknya.
“Dosen memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, peneliti, sekaligus teladan bagi mahasiswa. Oleh karena itu, integritas harus menjadi nilai utama yang melekat dalam setiap aktivitas akademik maupun nonakademik. Melalui workshop ini, saya berharap seluruh dosen dapat semakin memahami dan mengimplementasikan kode etik profesi secara konsisten dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.
Direktur juga menambahkan bahwa Polinela terus mendorong terciptanya budaya kerja yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Penguatan integritas dosen menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) serta mewujudkan Polinela sebagai perguruan tinggi vokasi yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kode etik dosen bukan sekadar dokumen normatif, tetapi harus menjadi pedoman perilaku yang diimplementasikan dalam setiap aspek pelaksanaan tugas akademik.
“Kode etik dan profesionalisme dosen merupakan instrumen penting untuk menjaga marwah institusi serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada mahasiswa. Dosen dituntut untuk terus mengembangkan kompetensi, menjaga objektivitas, menjunjung tinggi kejujuran akademik, serta mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan industri,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa filosofi pembelajaran Polinela sebagai perguruan tinggi vokasi harus tercermin dalam proses pembelajaran yang mengedepankan praktik, kolaborasi, penguatan karakter, serta penguasaan kompetensi yang relevan dengan dunia usaha dan dunia industri. Oleh karena itu, dosen dituntut untuk tidak hanya menguasai substansi keilmuan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi mahasiswa untuk terus berkembang.
Workshop ini menghadirkan berbagai materi terkait penguatan integritas akademik, implementasi kode etik dosen, profesionalisme dalam pendidikan tinggi vokasi, pencegahan pelanggaran etika akademik, serta penguatan filosofi pembelajaran Polinela dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi. Melalui diskusi dan sesi interaktif, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan strategi dalam menjaga profesionalisme di lingkungan akademik.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh dosen Polinela dalam menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada mutu. Dengan dosen yang memiliki karakter kuat dan menjunjung tinggi etika profesi, Polinela optimistis dapat terus menghasilkan lulusan vokasi yang kompeten, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan kemajuan dunia kerja.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, Polinela kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi teknis, tetapi juga pada pembentukan budaya akademik yang berlandaskan integritas, profesionalisme, dan nilai-nilai luhur pendidikan untuk mendukung terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.





